facebook google twitter tumblr instagram linkedin
Powered by Blogger.

Social

More Links

  • Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download

Rausah Bayar

Jepang terkenal dengan kerja kerasnya dan kerja lemburnya. Semua orang tau itu. Tapi tak banyak yang tahu kalau budaya kerja Jepang itu “Ndeso”. “Ndeso” berarti “kampungan” seperti yang kita tahu, tapi bukan itu yang saya maksud. Dalam budaya kerja Jepang, “Ndeso” berarti berpikir seperti penduduk desa. Seorang pekerja Jepang akan merasa kantornya seperti desa, penduduknya saling gotong royong membangun lingkungannya. Ini adalah sebuah pemikiran ala Jepang, budaya kerja unik yang hanya ada di negeri sakura ini. Pemikiran “Ndeso” ini dikenal dengan istilah “Village Relationship” atau muranogurupu (「ムラ」のグループ), yang jadi basis Jepang berpikir secara kelompok.
1. Society built on “place” relationship
Ada seorang anak baru di kantor, anggap saja namanya Budi. Sebelum bergabung, Budi sempat kerja di perusahaan Indonesia. Ia orang yang super dan hebat, pemikir ulung dan kreatif, kariernya menanjak cepat sekali. Ia merasa seperti star employee saking hebatnya, semua orang mengenalnya di tempatnya yang lama. Tapi ia memutuskan berhenti dan pindah ke perusahaan Jepang. Ia kaget bukan main, kehebatannya tak dihargai oleh rekan-rekan kerjanya. Ya, inilah budaya kerja Jepang. Tak ada istilah star employee atau bintang karyawan atau apapun namanya, karena mereka satu kesatuan dalam kelompok, bergerak bersama-sama. Tak ada keputusan individual, adanya keputusan kelompok. Tak ada tanggung jawab individual, adanya tanggung jawab kelompok. Tak ada ide individual, adanya ide kelompok. Tak ada orang yang mengenal nama Budi, kenalnya nama kelompoknya, sehebat apapun ia.
2. Once workers enter company, the company becomes the “place” for their careers
Sebagian besar orang Jepang punya prinsip “life time employment”. Satu perusahaan seumur hidup. Tempat bekerja akan menjadi rumahnya atau desa tempat tinggalnya yang tak terpisahkan. Beda dengan orang Indonesia yang menganggap kantor sebagai “tempat bekerja”, orang Jepang menganggap kantor sebagai “tempat tinggal”nya. Terkadang kantor pun menjadi tempat tidurnya saat ada kerjaan yang tak bisa ditinggal sampai larut malam.
Memecat seorang pekerja di Jepang termasuk taboo dan jarang sekali dilakukan meskipun performa si pekerja jelek sekali. Bahkan ada karyawan sudah bolos kerja 6 bulan pun masih dipertahankan. Terkadang pekerja yang membolos itu memang sedang stres berat dan mungkin jadi alergi masuk kantor. Ya mau bagaimana lagi. Memecat pekerja hanya dilakukan saat kondisi keuangan perusahaan sudah tak memungkinkan lagi. Inipun bukan dengan jalan memecat, melainkan dengan memohon pekerja-pekerjanya untuk mengundurkan diri secara sukarela. Sungguh unik!
3. Workers give priority to stability and cooperation
Di sini semua orang saling bantu. Ini yang membuat orang-orang bekerja sampai larut malam. Bukan karena kerjaannya yang tak beres, melainkan karena bantu-bantu kerjaan rekan-rekannya sampai beres! Tanggung jawab suatu kerjaan dibagi rata di kelompok. Orang hebat dapat tanggung jawab lebih besar daripada orang biasa, dan orang lemah hanya dapat tanggung jawab sedikit. Tapi lagi-lagi, hasil akhir kerjaan tetaplah kelompok, bukanlah individu orang hebat tersebut.
4. Large differences in evaluation and treatment can affect cooperation and moral
Kata kunci di budaya kerja Jepang adalah kelompok. Supaya kelompok ini stabil dan tak ada iri dengki atau konflik internal, semua pekerja dianggap dan dilihat sama rata. Orang hebat kehebatannya diredam. Orang lemah kelemahannya didongkrak. Hasilnya semua performa pekerja seperti grafik garis lurus, tak ada puncak dan tak ada lembah. Semua merasa satu, tak ada yang sok pamer keahlian dan tak ada yang minder karena kurang kemampuan, bagaikan suatu desa dikelilingi sawah yang penduduknya hidup rukun, aman, dan tentram. BACA : PENILAIAN CEWEK TERHADAP COWOK GANTENG
Latihan Merayap Tambang - Filosofi TNI "Manajemen Keseimbangan" BRAVO PDAM TK
2:54 PM No comments
Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli
Mary Parker F.
"Pengertian manajemen adalah sebagai suatu seni, tiap tiap pekerjaan bisa diselesaikan dengan orang lain."
George R. Terry
"Definisi Manajemen merupakan ilmu sekaligus seni, manajemen adalah wadah didalam ilmu pengetahuan, sehingga manajemen bisa dibuktikan secara umum kebenarannya."
Koontz
"Manajemen adalah suatu seni yang produktif yang didasarkan pada suatu pemahaman ilmu."
Koontz menambahkan, ilmu dan seni tidaklah bertentangan, namun masing masing saling melengkapi.
Stoner
"Ilmu Manajemen merupakan proses dalam membuat suatu perencanaan, pengorganisasian, pengendalian serta memimpin berbagai usaha dari anggota organisasi dan juga menggunakan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang ditetapkan."
Wilson
"Manajemen adalah sebagai sebuah rangkaian tindakan yang dilakukan oleh para anggota organisasi dalam upaya mencapai sasaran organisasi. Proses merupakan suatu rangkaian aktivitas yang dijalankan dengan sistematis."

 Oey Liang Lee
"Arti Manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan serta pengendalian (pengawasan) dari sumber daya perusahaan dalam upaya mencapai tujuan yang diinginkan."
Lawrance A Appley
"Manajemen adalah sebuah seni dalam mencapai tujuan yang diinginkan yang dilakukan dengan usaha orang yang lain."
Masih kurang? masih banyak ahli atau pakar yang lain, dengan susunan kata kata yang berbeda, namun benang merahnya masih tetap sama.
Manajemen adalah ilmu serta seni dalam menjalankan aktivitas suatu organisasi.
Aktivitas tersebut bisa berupa pengorganisasian yang meliputi : Perencanaan - Penyusunan - Pengusahaan - dan Pengawasan dengan mengerahkan semua sumber daya yang dimiliki oleh organisasi supaya tujuannya terealisasi.
Contoh kalau dalam sebuah perusahaan, tujuannya adalah LABA, dan pada organisasi pemerintahan tujuannya adalah pemaksimalan layanan publik dll.
Proses Fungsi Manajemen
Umumnya, ada beberapa proses dan fungsi yang biasa diimplementasikan dalam kegiatan manajemen
1. Perencanaan
Perencanaan adalah sebuah proses mendifinisikan tujuan dari organisasi, menyusun strategi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan tersebut dan merancang aktivitas kerja organisasi tersebut.
Perencanaan bisa diartikan upaya dalam mengantisipasi adanya kecenderungan di masa mendatang dan penentuan sebuah strategi yang tepat agar bisa merealisasikan tujuan organisasi.
2. Pengorganisasian
Pengorganisasian adalah proses yang meliputi bagaimana strategi yang sudah dirumuskan pada saat tahap perencanaan digambarkan pada sebuah struktur organisasi yang tangguh, sesuai, dan lingkungan yang kondusif.
Pengorganisasian bisa memberikan kepastian bahwa pihak pihak yang berada dalam organisasi bisa bekerja bersama sama dengan efektif dan efisien.
3. Pengarahan
Pengarahan adalah tahap dimana program diimplementasikan supaya bisa dilakukan oleh seluruh pihak yang terlibat dalam sebuah organisasi.

Pengarahan sebuah upaya dalam memotivasi pihak pihak tersebut agar bisa melaksanakan tanggung jawabnya dengan kesadaran penuh dan tingkat produktifitas yang sangat tinggi.
4 Pengendalian
Pengendalian adalah upaya untuk memastikan semua kegiatan yang dijalankan bisa berjalan dengan semestinya, sesuai dengan tahap dan target yang telah ditetapkan walaupun ada beberapa perubahan perubahan minor yang bisa terjadi didalam lingkungan yang dihadapi.
Jenis Jenis Manajemen
Umumnya, dalam sebuah perusahaan jenis jenis manajemen dibagi menjadi Empat (4), antara lain:
    Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)
    Manajemen Operasional
    Manajemen Pemasaran
    Manajemen Keuangan
Semoga tulisan pengertian manajemen ini bermanfaat untuk anda. BACA : BUDAYA KERJA JEPANG MERUPAKAN KESATUAN DALAM KELOMPOK
6:38 PM No comments

BAPAK DIRJEN PU CIPTA KARYA : BUDI YUWONO
(Berdiri Posisi Tengah)
Jumat 7 Februari 2009
Kunjungan bapak Dirjen PU Cipta Karya di PDAM Kota Pontianak tidak lain melihat kondisi PDAM Kota Pontianak lebih dekat, sebab kantor PDAM Kota beralamat di Jalan Imam Bonjol No 430 Pontianak, sebelumnya dibangun kantor PDAM dulu kantor PSAB tempat beliau bekerja sebagai pejabat struktur di PSAB tahun delapan puluhan, jadi pak Dirjen mendatangi hanya PDAM hanya reuni dan kata pepatah kuno apabila sudah minum air sungai kapuas maka pasti kembali. Selain itu kunjungan Pak Dirjen tak lepas melihat kesiapan PDAM Kota Pontianak mendapat bantuan Pemerintah Pusat melalui APBN senilai 50 Milyar berupa pipa transmisi air baku. Pak Dirjen PU Cipta Karya ; Budi Yuwono sedikit memberikan arahan kepada Direksi PDAM Kota Pontianak, katanya PDAM Kota Pontianak jangan pandai naik tariff saja yang lebih penting turun NRW atau kehilangan air PDAM baik secara komersial losses maupun fisikal losses dan coba lihat PDAM Kota Surabaya turunkan NRW tak pandang bulu seperti air bersih yang dikuasi preman surabaya pada habis dilibas pegawai dengan bantuan aparat keamanan. Kata beliau berbuatlah, kalau mau PDAM Kota Pontianak sehat keuangan, beliau yakin bisa terjadi program investasi lewat dana sendiri tanpa bantuan pemerintah pusat. (sumber independen)*** DELAPAN TANDA TANDA HARUS RESGN
6:57 AM No comments

Hidup ini mungkin akan berjalan dengan lebih semarak kalau saja kualitas keunggulan para great performers bisa dengan mudah di-replikasi ke banyak orang. Begitu juga seleksi calon Direksi PDAM Kota Pontianak, tidakkah sebuah kenyataan yang indah jika saja atau misalnya, kita bisa mengkloning Bill Gates menjadi 10 untuk di Indonesia dalam dunia maya, atau mengkloning seorang Pele menjadi 100 sebagai atlet Sepak Bola legendaris ?
Meski tidak sama persis dengan proses Kloning orang orang hebat, namun dalam ilmu perilaku manusia (human behavior) sesungguhnya telah lama dikenal teknik untuk melakukan proses replikasi atau duplikasi atas keunggulan semacam itu. Para pakar human behavior menyebutnya sebagai proses modeling. Esensi modeling ini mungkin mirip-mirip dengan kloning : yakni bagaimana kita mengekstrak benih-benih keunggulan dari seorang manusia (yang dianggap hebat), untuk kemudian mencangkokkan benih itu kepada manusia lainnya. Nah disinilah Pemerintah Kota Pontianak sebagai owner PDAM Kota Pontianak mencari modeling dalam kerangka manusia manusia unggul dalam mengelola perusahaan. Bukankah Suatu kebijakan Pemerintah Kota Potianak lebih maju selangkah dalam merekrutmen atau menjaring calon direksi PDAM Kota Pontianak, dimana harapan dan keinginan masyarakat Kota Pontianak, PDAM dipimpin orang hebat ! yang paling tidak dibenarkan oleh siapapun atau kita sendiri selalu melihat kebelakang dengan cerita-cerita usang yang tidak punya harapan dan nilai tambah (added Value).
Seiring dengan perubahan-perubahan global dan sejumlah riset tentang perilaku manusia, saya berpendapat bahwa sudah saatnya masyarakat atau pelanggan PDAM Kota Pontianak dapat menerima perubahan dalam rangka menjaring Direksi PDAM Kota Pontianak dengan fit and proper test berbasis “Teknik Modeling” oleh TIM Seleksi Calon Direksi PDAM Kota Pontianak. Hal ini merupakan salah satu pilihan metode ampuh untuk memodifikasi perilaku manusia menuju keunggulan (excellence). Lalu apa saja yang perlu dilakukan untuk melakukan proses modeling itu? Saya sampaikan Berikut lima langkah praktikal yang barangkali bisa dilakoni para peserta Calon Direksi PDAM Kota Pontianak.
Langkah yang pertama adalah menanyakan pada diri Anda sendiri : What do you want to excel in ? Dalam area atau bidang apa Anda ingin menjadi hebat? Contohnya saja Anda benar-benar ingin menjadi seorang entrepreneur yang sukses. Atau mungkin hendak menjadi leader-manager yang tangguh dan berprestasi. Kalau mengambil contoh dari saya sendiri, maka saya berhasrat menjadi penulis opini media massa yang bagus.
Langkah kedua adalah mencari dua atau tiga orang yang sudah terbukti sukses dalam area yang Anda inginkan tersebut. Jika ingin menjadi wirausahawan, carilah tiga sosok yang menurut kita sudah benar-benar terbukti sukses. Tiga sosok ini bisa kita cari melalui lingkungan sekitar kita, kerabat, atau juga dari beragam cerita yang ada di media. Demikian juga dalam contoh leader-manager yang sukses. Kita mesti mencari tiga role model yang bisa kita teladani. Kalau kembali dengan contoh saya, maka salah satu sosok penulis yang ingin saya teladani adalah Goenawan Mohamad, penyair unggul yang juga salah satu pendiri majalah Tempo.
Langkah ketiga, adalah mengidentifikasi common practice yang telah dipraktekkan oleh ketiga role model itu. Apa saja key succes factors yang secara umum dipraktekkan oleh ketiga figur teladan itu? Teknik dan strategi apa yang menjadikan ketiganya menjadi entrepreneur sukses misalnya? Apakah model bisnisnya, apakah strategi pemasarannya, atau apakah faktor sikap mentalnya? Demikian juga dalam dalam kasus leader-manager, kita mesti mencari faktor dibalik kehebatan prestasi mereka. Kualitas dan perilaku spesifik seperti apa yang telah sama-sama dipraktekkan oleh ketiga model tersebut sehingga membuat mereka menjadi hebat?
Dalam kasus saya misalnya, saya melihat faktor kekuatan menulis Goenawan Mohamad terletak pada serangkaian kualitas berikut ini : ketajaman memilih diksi (pilihan kata), kepiawaian merangkai kalimat secara prosais nan puitis, penguasaan yang amat kaya terhadap beragam literatur dunia, dan hampir selalu mengakhiri setiap tulisannya dengan kalimat yang menggugah dan membius.
Langkah keempat dan paling penting : praktekkan semua yang telah Anda pelajari dalam langkah ketiga. Take real action adalah kata kunci disini. Secara bertahap, lakukan tindakan sesuai dengan resep jitu yang telah Anda ekstrak dari para role model Anda tersebut. 
Langkah kelima atau terakhir adalah : refine dan improve. Apa yang bisa Anda pelajari dari langkah 4 (empat) ?. Strategi dan tindakan apa yang telah dapat Anda lakukan dengan berhasil, dan apa yang belum? Dan apa yang mesti harus diperbaiki dari tindakan Anda ini? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu Anda untuk terus melakukan continous improvement dalam proses mencapai keunggulan. Dalam kasus saya selaku pegawai PDAM yang menonjol ketika itu, Ir. Syahril Japarin selaku Direktur Utama PDAM Kota Pontianak sekarang beliau (President Director Utama PT. Aetra) memberikan kepercayaan duduk dalam Ketua TIM Satgas Terpadu PDAM Kota Pontianak, dengan demikian ilmu nya pun dikloning PDAM Kota Kendari, dibalik itu PDAM Kota Kendari tersebut lebih konsisten dan eksis dalam target pendapatan non air.
Demikianlah lima langkah untuk melakukan proses modeling. Dalam proses pelaksanannya kita pasti akan menemui jalan terjal nan berliku. Namun jika kita mampu melakoninya dengan tekun dan konsisten, jalan setapak menuju kesuksesan mungkin pada akhirnya bisa kita singgahi. PDAM KOTA PONTIANAK DIKUNJUNGI
Alumnus Madya Angkatan XXV Manajemen Bisnis Air Minum.
4:51 PM No comments
JANUAR PRIBADI PENGHARGAAN DARI INSTANSI YANG PERNAH DITERIMA LEADER TASK FORCE (SATUAN TUGAS) PDAM KOTA PONTIANAK


1. Piagam Penghargaan Komandan Jendral Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Atas jasanya berperan serta dalam mensukseskan Latihan Intergrasi Taruna Wreda Nusantara IX Propensi Kalimantan Barat yang dilaksanakan pada tanggal 4 Juni 1988 sampai dengan 4 Juli 1988 dikeluarkan di Jakarta tanggal, 4 Juli 1988.

2. Piagam Penghargaan Direksi PDAM Kota Pontianak Atas Prestasi Dalam Program Penanggulangan Kehilangan Air PDAM Kota Pontianak Priode Tahun 2004 di Pontianak tanggal 03 Januari 2005. BACA : MENGKLONING MANUSIA UNGGUL
7:51 AM No comments
PDAM Kota Pontianak kedatangan tamu Legislatif Banjarmasin Kamis 25 Oktober 2007, Study Banding DPRD Propinsi Banjaramasin ke PDAM Kota Pontianak salah satu ingin belajar dari PDAM Pontianak tentang pengelolaan jasa air minum dikelola secara profesional. Para Anggota DPRD Banjarmasin terdiri dari Komisi A, B dan C ini mendengarkan selayang pandang kiprah PDAM Kota Pontianak lewat power point yang disampaikan Direktur Tehnik dan dijelaskan secara keseluruhan oleh Direktur Utama PDAM Kota tentang kinerja PDAM yang dicapai selama dimpimpinya. TOKOH REFORMASI
11:41 PM No comments

Direktur Utama PDAM Kota Pontianak Ir. Syahril Japarin BUMD AWARD 2006, PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA PONTIANAK mendapatkan BUMD AWARD 2006 yang diselenggarakan Majalah Business Reviuw dan DEPDAGRI :
1. Keuangan untuk Industri Jasa Non Keuangan terbaik 2006 (terbaik 1)
2. Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan terbaik 2006 (terbaik 3)
3. Pengembangan SDM terbaik 2006 (terbaik 3)
4. PDAM terbaik 2006 (terbaik 1)
5. CEO on LEADERSHP dan BUSINESS MANAGEMENT 2006. PDAM KOTA DIKUNJUNGI LEGISLATIF
5:48 PM No comments
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me


Aenean sollicitudin, lorem quis bibendum auctor, nisi elit consequat ipsum, nec sagittis sem nibh id elit. Duis sed odio sit amet nibh vulputate.

Follow Us

Labels

BING (31) GOOGLE (15) YAHOO (21) YANDEX (60)

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2018 (75)
    • ▼  April (7)
      • MENGATUR TUGAS SALES UNTUK MENCAPAI TARGET MAKSIMAL
      • UPGRADE PENGETAHUAN BISINIS DENGAN COACHING
      • KIAT SUKSES MEMBANGUN NETWORK BISNIS
      • RAHASIA MEMAKSIMALKAN WAKTU ANDA SAAT INI
      • TRIK MEMBUAT SUASANA KERJA LEBIH NYAMAN
      • MENGAPA GOSIP DIKANTOR MEMBUNUH PRODUKTIVITAS
      • EMPAT HAL SEBENARNYA YANG DIINGINKAN PELANGGAN
    • ►  March (31)
    • ►  February (24)
    • ►  January (13)
  • ►  2017 (44)
    • ►  October (1)
    • ►  September (3)
    • ►  August (9)
    • ►  July (25)
    • ►  June (6)
  • ►  2009 (2)
    • ►  February (2)
  • ►  2007 (6)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)

Popular Posts

  • HALAL BIHALAL PDAM KOTA PONTIANAK
    PDAM Kota Pontianak melaksanakan halal bihalal sabtu tanggal 27 Oktober 2007 dihalaman Surau Almutahhroh kantor PDAM dihadiri seluruh jajara...
  • LIMA CARA MENGATASI PRILAKU DAN KINERJA MENURUN
    5 Cara Mengatasi Karyawan Yang Malas, Bandel, dan Sulit Diatur – Salah satu hal yang paling penting dalam sebuah perusahaan adalah tenaga k...
  • MENGAPA GOSIP DIKANTOR MEMBUNUH PRODUKTIVITAS
    Mengapa Gosip di Kantor Membunuh Produktivitas? Bermula dari satu hal, satu orang ke orang lainnya lambat laun sebuah infomasi terus bertamb...
  • PDAM KOTA DIKUNJUNGI LEGISLATIF
    PDAM Kota Pontianak kedatangan tamu Legislatif Banjarmasin Kamis 25 Oktober 2007, Study Banding DPRD Propinsi Banjaramasin ke PDAM Kota Pont...
  • MEMELIHARA JARINGAN MENINGKATKAN PEFORMA DIRI
    Terbuka dan Memelihara Jaringan Memperluas dan Memelihara Personal Network Membuat kesuksesan dalam karier tidak hanya membutuhkan pengalama...
  • MARKETING ADALAH SUATU PROSES ATAU CARA MEMASARKAN PRODUK
    Keuntungan suatu bisnis bergantung pada kegiatan pemasarannya. Proses pemasaran biasa disebut dengan istilah marketing. Pengertian marketing...
  • DELAPAN UNSUR UNSUR PENILAIAN PEKERJAAN
    Anda perlu meningkatkan etos kerja sehingga dapat memiliki mental juara. Berkaitan dengan ini, anda perlu mengetahui ukuran atau standar per...
  • TRAINING LEADERSHIP BISA MENINGKATKAN MOTIVASI KARYAWAN
    Training Leadership bisa Meningkatkan Motivasi Karyawan Menjalankan sebuah bisnis atau perusahaan pasti akan membutuhkan kader-kader pemimpi...
  • MENJAGA INTERGRITAS DIRI DISETIAP SITUASI
    Ada sebuah kisah menarik yang mugkin pernah anda jumpai di lingkungan sekitar. Suatu hari, ada seorang ibu yang membeli makanan ringan di mi...
  • UPAYA DAN MENJAGA SELF DISCIPLINE
    Disiplin merupakan pendewasaan dimana seseorang dituntut untuk bisa berfikir logis, menyelesaikan masalahnya dengan baik, serta tidak selalu...

Channels

BING (31) GOOGLE (15) YAHOO (21) YANDEX (60)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates