PDAM Kota Pontianak melaksanakan halal bihalal sabtu tanggal 27 Oktober 2007 dihalaman Surau Almutahhroh kantor PDAM dihadiri seluruh jajaran staf, pejabat, 3 direksi yaitu ; Dirut, Dirum, Dirtek serta keluarga besar PDAM Kota Pontianak dan para undangan serta menghadiri bapak Ustad Drs. Abdul Aziz, yang dalam ceramahnya jangan "selingkuh" yang sudah berkeluarga dan harmonisasi hubungan atasan dan bawahan harus dijaga. Ketika pak ustad mengulangi kalimat selingkuh karyawan dan karyawati tersenyum simpul. PDAM KOTA PONTIANAK MILIK PEMKOT
Cara Mengatasi Berbagai Hambatan dan Kendala Dalam Berwirausaha – Wajar jika dalam memulai usaha, bisnis, dan juga berwirausaha selalu saja terdapat rintangan, tantangan, hambatan, dan kendala yang menghadang, karena disinilah seorang pengusaha akan diuji ketangguhannya. Hambatan dan kendala ini tidak hanya datang kepada para pengusaha pemula saja, tapi juga dihadapi oleh pengusaha yang berpengalaman sekalipun, hanya saja disini sering kali terdapat perbedaan bagaimana mereka menghadapi hambatan dan kendala tersebut.
Namanya saja sudah berpengalaman, jadi pengusaha yang seperti ini tentu saja sudah memiliki jurus-jurus ampuh untuk mengatasi setiap kendala yang menghadangnya, bahkan postingan seperti artikel ini mungkin sudah tidak lagi dibutuhkan oleh mereka.
Tapi lain ceritanya dengan pengusaha yang masih balita, masih kurang pengalaman. Secerdas apapun mereka, sekreatif apapun mereka namun karena kurangnya pengalaman sering kali menimbulkan kekakuan dalam memecahkan setiap masalah, alhasil setiap hambatan harus diatasi dengan cara yang tidak efektif dan tidak efisien, bahkan tidak jarang pengusaha baru ini merasa bahwa hambatan yang dihadapinya terlalu berat, merasa tidak mampu, menyerah, dan akhirnya hanya bisa pasrah sehingga usaha dan bisnis yang dirintis menjadi terlantar dan gulung tikar.
Sebenarnya, sesulit apa sih berwirausaha itu? Mungkin anda berpikiran bahwa berwirausaha itu sangat sulit seperti yang anda pikirkan. Yah benar, memang seperti yang anda pikirkan, tapi ini hanya berlaku jika anda hanya memikirkannya tanpa bertindak apapun. Jadi sebenarnya, berwirausaha itu sangat mudah jika anda mau bertindak, karena setiap hambatan dan kendala selalu ada jalan keluarnya. Walaupun nantinya mungkin terdapat kegagalan-kegagalan yang akan anda alami, tapi disitulah anda akan mendapatkan pengalaman. Lalu, apa saja sih hambatan dan kendala yang sering dihadapi oleh para pengusaha dan calon pengusaha? Dan apa solusinya? Nah berkaitan dengan hal tersebut, berikut saya berikan ulasan mengenai berbagai hambatan dan kendala dalam berwirausaha dan bagaimana cara mengatasinya.
Kesulitan Modal
Kesulitan Modal
Nah, kalau yang satu ini memang permasalahan yang sangat klasik sekali untuk para pengusaha. Kalau usaha yang sudah jalan mungkin akan mudah dalam mendapatkan modal dengan meminjam uang di bank, tapi berbeda dengan usaha yang sedang akan dirintis, meminjam uang di bank akan menjadi jalan yang sangat-sangat sulit. Tapi tenang, modal itu tidak hanya berasal dari bank saja kok, masih banyak jalan yang dapat ditempuh untuk memperoleh modal.
Kalau dipikir-pikir kembali, saat ini anda sendiri mungkin juga memiliki beberapa ide dan jalan untuk memperoleh modal, iya kan? Lalu kenapa anda tidak bertindak? Nah disinilah permasalahannya, seringkali anda itu merasa bahwa cara memperoleh modal yang anda pikirkan, atau solusi dari orang lain, atau cara-cara yang anda baca dibuku, cara-cara tersebut anda anggap sebagai jalan yang sulit. Padahal kalau dipikir ulang, tidak ada cara yang lebih mudah dari cara yang anda ketahui itu, percayalah bahwa tidak ada yang namanya “cara super mudah” untuk memperoleh modal. Disini permasalahannya hanya satu, anda mau bertindak atau tidak?
Pernah berpikir kenapa seorang pengusaha itu dipandang sebagai seseorang yang HEBAT. YA betul, mereka dianggap hebat karena memiliki jiwa semangat, keberanian yang pantang takut gagal, serta berani keluar dari zona aman mereka untuk menggapai kesuksesan yang bebas. Jika mereka bisa, kenapa anda tidak?
Salah Perencanaan dan Analisis
Sebelum anda memulai usaha, sangat-sangat dianjurkan untuk melakukan perencanaan dan analisis usaha secara matang-matang terlebih dahulu. Tapi seringkali pengusaha pemula itu menganggap remeh masalah ini, mereka biasanya hanya mempertanyakan ada atau tidak peluangnya, begitu ada peluang maka langsung direalisasikan. Iya penting juga melihat peluang itu, tapi ingat semakin besar peluang usaha maka semakin banyak pula yang tertarik, jadi makin banyak juga pesaingnya? Nah disini lah peran perencanaan dan analisis, yang saya maksud dengan perencanaan dan analisis ini dari segi keuangan karena kalau peluangnya sudah ada, ini berarti sangat potensial untuk merintis usaha tersebut.
Pertama, untuk memulai usaha tersebut anda perlu sejumlah modal, modal untuk membangun infrastruktur, serta dana untuk biaya modal kerja, kemudian anda perlu memperkirakan aliran kas masuk yang dapat anda peroleh. Sebagai contoh, untuk merintis bisnis laundry, anda membutuhkan modal infrastruktur Rp. 15 juta, biaya modal kerja Rp. 2 juta per bulan dengan perkiraan pendapatan Rp. 3,5 juta per bulan. Disini anda harus teliti, mulai bulan ke berapa anda dapat menghasilkan pendapatan Rp. 3,5 juta tersebut? Misalkan saja anda memperkirakan mulai bulan ketiga, dan anggaplah bulan pertama dan kedua anda hanya menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 1 juta. Maka cobalah untuk menghitung modal sebenarnya yang anda butuhkan hingga usaha anda benar-benar dapat menghasilkan laba.
Terlalu Awal Untuk Merasa Nyaman
Blunder yang sering dilakukan oleh pengusaha pemula adalah ketika usahanya sudah berjalan lancar, mereka malah mengendorkan strategi-strategi bisnisnya. Contoh, diawal mereka gencar melakukan pemasaran, alhasil apa yang dilakukan tersebut membuahkan hasil yang positif dan memperoleh laba yang memuaskan. Tapi apa yang dilakukan, ketika mereka memperoleh laba yang memuaskan tersebut mereka menganggap bahwa laba tersebut sudah dapat digunakan untuk bersenang-senang, beli pakaian, berwisata, dan lain sebagainya. Memang hak mereka untuk menggunakan laba tersebut, tapi jika digunakan untuk memperkuat lini bisnis dan pengembangan, laba tersebut akan jauh lebih bermanfaat kedepannya. Seperti pengusaha-pengusaha sukses lainnya, mereka berani tersiksa demi mengembangkan bisnis yang dirintisnya.
Bisnis Yang Tidak Sesuai Dengan Diri Sendiri
Ini berkaitan dengan teknikal dalam menjalankan bisnisnya, dan ini merupakan salah satu hambatan dan kendala dalam berwirausaha yang sering juga dialami oleh para pengusaha. Seringkali mereka hanya ikut-ikutan berbisnis tanpa memperhatikan keahlian yang dimilikinya. Anda boleh saja merintis usaha dimana anda tidak memiliki keahlian dalam memproduksi produk tersebut (dalam hal ini anda harus merekrut karyawan atau bekerjasama dengan pihak lain), tapi disini setidaknya anda harus memiliki keahlian dalam manajemen, sehingga anda dapat mengelola bisnis tersebut.
Rasa Malas, Kurang Semangat, dan Kurang Percaya Diri
Wah, kalau masalah ini sering sekali dialami oleh pengusaha pemula yang cupu (sorry), ketika bisnis tidak berjalan sesuai dengan yang diinginkan, selalu mengalami kegagalan, mereka langsung patah semangat, kemudian malas dan kurang percaya diri dalam berinovasi. Ini sangat berbahaya sebenarnya, ketika anda mengalami kegagalan, disitulah anda sudah mendapatkan pengalaman yang sangat berharga, dan pengalaman tersebut jelas dapat anda manfaatkan sebagai bahan pelajaran untuk memperbaiki strategi-strategi anda. Seperti pepatah mengatakan “hasil tidak pernah mengkhianati usaha”.
Itulah beberapa ulasan tentang cara mengatasi hambatan dan kendala dalam berwirausaha yang sering dialami oleh banyak pengusaha pemula. Semoga ulasan mengenai cara mengatasi hambatan dan kendala dalam berwirausaha diatas dapat membantu dan memecahkan masalah yang sedang anda alami. Saya berharap usaha dan bisnis yang anda rintis dapat sukses dan memberikan hasil seperti yang anda harap-harapkan selama ini. Sampai jumpa. BACA : PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA PEGAWAI
6:34 PM
No comments
5 Cara Mengatasi Karyawan Yang Malas, Bandel, dan Sulit Diatur – Salah satu hal yang paling penting dalam sebuah perusahaan adalah tenaga kerja, karyawan. Perlu diakui, tanpa karyawan yang hebat, anda selaku pengusaha juga akan kualahan dalam menjalankan usaha dan bisnis. Karyawan merupakan salah satu senjata anda dalam menjalankan perusahaan. Naluri dan harapan sebagai atasan, tentu anda menginginkan karyawan atau bawahan yang dapat diandalkan, dipercaya, patuh, dan taat dengan perintah. Namun nyatanya tidak segampang itu harapan dapat terwujud, akan ada saatnya di mana karyawan tidak berkinerja seperti harapan, sering malas-malasan, bandel, dan bahkan sering sulit diatur. Saat kondisi seperti ini terjadi, anda sudah gagal dalam menjalankan “Tata kelola SDM yang baik”, namun jangan kuatir karena kegagalan merupakan awal dari keberhasilan.
Awalnya mungkin seorang karyawan berperilaku dan bekerja seperti yang anda harapkan, namun seiring berjalannya waktu dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, perilaku dan kinerjanya dapat berubah menjadi malapetaka bagi anda. Ada banyak faktor yang dapat memicu karyawan menjadi seperti itu, seperti bosan, merasa sudah tidak nyaman, budaya perusahaan yang buruk, konflik antar karyawan, tidak puas dengan atasan, atau bahkan memang sudah menjadi sifat dasar dari karyawan tersebut.
Sebuah kerugian jika karyawan tidak berkinerja secara maksimal, untuk itulah anda patut mencari solusi untuk mengatasi masalah ini. Dalam upaya mengatasi masalah yang sedang anda hadapi tersebut, anda dapat menerapkan beberapa cara berikut ini :
Sebuah kerugian jika karyawan tidak berkinerja secara maksimal, untuk itulah anda patut mencari solusi untuk mengatasi masalah ini. Dalam upaya mengatasi masalah yang sedang anda hadapi tersebut, anda dapat menerapkan beberapa cara berikut ini :
Identifikasi Masalah dan Bicarakan Baik-baik
Langkah pertama, ketika anda sudah mulai tahu dan menyadari bahwa karyawan anda bekerja malas-malasan, bandel, serta sulit diatur, maka anda perlu untuk mengidentifikasi masalah yang menjadi penyebab kenapa karyawan berkinerja seperti itu. Dengan melakukan hal ini, setidaknya anda tahu kunci permasalahannya, dengan begitu anda dapat menyusun strategi untuk mengatasinya. Pertanyaannya, bagaimana cara mengidentifikasi permasalahan tersebut? Untuk melakukan hal ini mudah saja, anda bisa tanya langsung atau menanyakan kepada rekan kerjanya.
Jika anda memutuskan untuk menanyakan kepada rekan kerjanya, belum tentu anda akan mendapatkan jawaban yang sesungguhnya, dengan begitu lebih baik anda menanyakan secara langsung kepada karyawan yang bersangkutan. Bagaimana cara menanyakannya? Mudah, panggil saja karyawan tersebut ke ruangan anda, kemudian tanyakan dan bicarakan secara baik-baik. Sampaikan penilaian anda bahwa karyawan tersebut bekerja secara malas-malasan, bandel, dan sulit diatur, kalau perlu hadirkan sanksi agar penilaian anda terasa lebih kuat. Tanyakan kenapa karyawan tersebut berkinerja seperti itu, kemudian jangan lupa tanyakan apakah ada hal yang bisa dibantu untuk membuat karyawan tersebut bekerja lebih maksimal.
Tapi yang perlu diingat, jangan membuat karyawan tersebut merasa terintimidasi, anda hanya perlu melakukan pembicaraan yang santai, nyaman, namun harus memiliki dampak yang positif bagi karyawan bersangkutan.
Budaya dan Standar Kerja
Budaya perusahaan yang terbangun akan sangat mempengaruhi bagaimana seorang karyawan berperilaku dalam bekerja. Budaya perusahaan merupakan sesuatu yang khas dari perusahaan, nilai-nilai, norma, serta kebiasaan yang sering dilakukan di dalam perusahaan itu sendiri. Dengan budaya perusahaan yang baik, semua orang yang ada dalam perusahaan itu juga akan terpengaruh secara positif, begitu juga sebaliknya.
Sekarang, ketahuilah! Apakah perusahaan anda sudah memiliki budaya perusahaan yang baik, jika penilaian anda menunjukkan bahwa budaya perusahaan belum baik, maka anda patut untuk membangun budaya yang positif.
Kemudian, anda juga harus memiliki standar kerja yang jelas. Dengan standar kerja yang sudah ditentukan, maka akan memaksimalkan karyawan dalam bekerja. Bisa anda bayangkan sendiri jika tidak ada standar kerjanya, lalu apa yang akan dicapai, apa indikatornya? Dengan standar kerja dan budaya perusahaan yang jelas, ini akan dapat mengatasi segala permasalahan yang anda hadapi berkaitan dengan kinerja karyawan. Termasuk konflik antar karyawan, konflik karyawan lama dan karyawan baru.
Terkadang karyawan juga akan berkonflik jika mereka kebingungan dalam memaknai budaya dan standar kerja dari perusahaan, seringkali mereka akan menganggap bahwa ide, pemikiran, dan keputusan merekalah yang paling tepat. Dengan begitu, budaya dan standar kerja akan menjadi batas bagi mereka untuk mematuhi dan melaksanakan apa yang anda harapkan.
Karakter dan Teladan
Karakter yang baik akan berdampak baik bagi karyawan anda, seperti halnya anda mengidolakan seseorang karena karakternya. Berperan sebagai atasan dengan karakter yang baik, akan lebih mudah dalam membimbing bawahannya. Daripada membangun karakter yang emosional, suka marah-marah, dan terkesan resek, lebih baik membangun karakter yang menyenangkan, menenangkan hati, berwibawa, lembut, namun tegas. Dengan begitu karyawan akan lebih mudah, senang, dan iklas dalam mematuhi perintah anda.
Selain itu, ketika anda sedang membangun budaya perusahaan, standar kerja, sedang menasehati karyawan, maka berilah contoh dengan berperilaku. Tidak hanya membuat saja, namun anda juga harus memberikan contoh yang nyata. Dengan begitu karyawan tidak akan berpikiran bahwa anda hanyalah “omong kosong”. Karyawan lebih suka mematuhi apa yang juga dipatuhi oleh atasan mereka.
Sanksi dan Bonus
Cara mengatasi karyawan yang malas dan sulit diatur selanjutnya adalah dengan menerapkan peraturan berupa sanksi dan bonus. Dengan menerapkan peraturan ini bukan berarti anda kejam atau berpikiran bahwa karyawan anda materialitas, namun penerapan peraturan ini akan sangat berdampak positif bagi perusahaan anda. Dengan adanya sanksi, maka karyawan yang malas, bandel, dan sulit diatur dapat dikendalikan dengan hukuman, dengan begitu karyawan akan mengerti konsekuensi apa yang akan mereka dapatkan jika tidak bekerja sesuai yang anda harapkan.
Dengan adanya bonus, maka karyawan akan termotivasi untuk bekerja sebaik mungkin sesuai dengan apa yang anda harapkan. Karyawan juga memiliki keinginan-keinginan tersendiri, maka bonus akan menjadi penyemangat dan pendorong untuk bekerja semaksimal mungkin. Selain itu, bonus juga dapat menjadi bentuk penghargaan kepada karyawan yang sudah bekerja hebat, sehingga meraka akan merasa dihargai dan diakui.
Amati dan Evaluasi
Setelah segala upaya di atas sudah anda lakukan, maka anda perlu untuk mengamati bagaimana hasil dari upaya tersebut, bekerjakah atau tidak? Jika bekerja, maka berhasillah anda. jika tidak bekerja, anda perlu mengevaluasi kenapa hal tersebut tidak bekerja, bisa jadi sifat dasar dari karyawan tersebut memang buruk. Jika sudah demikian, maka anda perlu untuk memanggil kembali karyawan tersebut ke ruangan anda, sekali lagi bicarakanlah secara baik-baik seperti yang sudah dijelaskan pada point pertama di atas. Jika sekali lagi hal tersebut tidak berhasil, maka anda perlu untuk mengeluarkan SP (Surat peringatan) kepada karyawan tersebut, begitu seterusnya.
Jika anda sudah mengeluarkan SP yang kesekian kalinya namun tetap tidak berhasil, maka karyawan tersebut memang tidak pantas untuk anda pertahankan. Dalam kondisi seperti ini, anda sudah sepatutnya untuk melepaskan karyawan tersebut.
Oke, itulah 5 cara mengatasi karyawan yang malas, bandel, dan sulit diatur yang dapat saya berikan kepada anda. Semoga ulasan di atas bermanfaat dan dapat meningkatkan pengetahuan serta wawasan anda semuanya. BACA :OTO BEMO BERODA TIGA
5:38 PM
No comments

