facebook google twitter tumblr instagram linkedin
Powered by Blogger.

Social

More Links

  • Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download

Rausah Bayar

Terbuka dan Memelihara Jaringan
Memperluas dan Memelihara Personal Network Membuat kesuksesan dalam karier tidak hanya membutuhkan pengalaman dan keterlampilan, tetapi juga kemampuan untuk selalu memperbarui diri sendiri. Hal ini penting sebagai jalan untuk meningkatkan kinerja. Barangkali anda merasa tersaing dalam hal jabatan atau karier dari teman (rekan kerja). Hal ini dapat dapat berdampak positif atau negatif. Apabila anda dapat menerima realitas demikian dan mempunyai keinginan yang kuat untuk memperbaiki diri maka persaingan karier menjadi momentum untuk bukan semata-mata mengalahkan lawan, tetapi juga meningkatkan performa diri sendiri agar semakin baik.

Sebaiknya, seseorang yang tidak bisa menerima realitas persaingan dalam dinamika kerja akan dampak lemah sehingga berdampak pada penurunan kinerja. Hal ini harus di hindari semaksimal mungkin mungkin agar pekerjaan tidak terganggu akibat hubungan emosional yang tidak baik dengan diri sendiri, teman sekantor, serta kolega. Salah satu keterampilan yang harus dimiliki untuk membangun jaringan ialah keterampilan personal.

Dengan memiliki keterampilan yang memadai, anda dapat memahami motif yang melatarbelakangi tingkah laku serta mengetahui cara bekerja sama dengan rekan kerja. Kemampuan memahami perasaan, pikiran dan keinginan orang lain inilah yang dikenal dengan empati. Membangun jaringan perlu dibangun atas dasar pemahaman terhadap orang lain. Agar mampu memahami orang lain, anda perlu mengembangkan sifat empati, bahkan terhadap sosok yang dianggap musuh. Dalam hal ini, ada pepatah dari silsilah (Italia) bahwa bila mengetahui kebiasaan musuh maka berkawan baiklah dengannya. Jadi, menjaga performa diri dan memperluas jaringan (networking) kapan saja dan di mana pun sangat penting untuk meningkatkan kinerja diri. Tidak hanya itu, membangun brand dan memperluas jaringan dapat melejitkan karier anda dimasa mendatang.
Kini, anda patut menyimak berbagai cara yang dapat di terapkan dalam memperluas dan memelihara jaringan memalui penjelasan berikut ini :

Pandai Bergaul dengan Rekan Kerja Bergaul merupakan fitrah setiap manusia. Bergaul dapat dilakukan oleh siapa pun di setiap waktu dan tempat. Jika dapat membina hubungan dengan baik dengan teman, anda akan terlihat lebih muda akrab terhadap siapa saja. Hal ini akan berdampak positif, tidak hanya untuk diri anda, tetapi orang lain di lingkungan sekitar. Hal positif dari bergaul adalah dapat menambah banyak teman dan relasi serta menjaga silaturahmi dengan semua orang. Apabila mudah diterima oleh banyak pihak,Anda akan diakau sebagai orang yang pandai bergaul atau terampil bergaul. Jika anda sudah pandai bergaul serta mampu membawa diri dalam bercengkerama, orang lain akan merasa nyaman dan senang berteman dengan anda.

Hal ini tentu berdampak positif, tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga di masa mendatang. Setiap manusia tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang. Dengan memperbanyak pergaulan, keresahan atau kekhawatiran pada sesuatu yang akan terjadi di masa depan dapat menjadi poin positif.

Sebagai contoh, anda mengalami kesulitan yang tidak bisa diatasi sendiri. Keberadaan teman-teman di sekitar anda cukup meringankan beban yang dipukul. Sehubungan dengan itu, anda perlu memperbanyak teman dan tentu saja menjaga perasaan serta mengerti posisi mereka. Baik berteman maupun bergaul tidak boleh dilakukan begitu saja. Ada hal yang harus anda jaga, yakni sisi privat.

Jangan sampai pergaulan yang dibina dengan relasi menyinggung masalah-maslah privat mereka. Hal ini dapat menjadi bumerang bagi hubungan pertemanan Anda. Pengecualian dapat diberikan jika mereka mencurahkan isi hati berkaitan dengan masalah privat. Dalam hal ini,Anda dapat menjadi tumpuan bersandar bagi mereka.

Pembahasan kali ini menekankan bagaimana anda harus bergaul dengan kolega. Pergaulan dengan teman-teman sehobi dan di luar urusan pekerjaan barangkali cukup mudah dilakukan. Adapun menciptakan hubungan yang baik terhadap sesama teman sekantor atau kolega bisnis tidak mudah di wujudkan.Memperluas dan memelihara personal networking dapat di mulai sejak dini, terutama di lingkungan pekerjaan Anda.

Tentunya Anda tidak bisa menghindari interaksi dengan rekan-rekan kerja atau kolega.Persaingan di dalam pekerjaan yang sama terasa lebih sulit dibanding kompetisi dengan orang-orang di luar pekerjaan.Dalam persaingan dengan rekan kerja,Anda dapat tiba-tiba merasa sakit seperti tertusuk apabila tidak mudah bergaul dengan mereka.
Anda dituntut untuk pandai bergaul dan mudah menyesuaikan diri.Kepiawaian Anda dalam berinteraksi dan menjalin komunikasi efektif terbukti cukup jitu untuk mendongkrak perkembangan karier. Seperti kata pepatah, tidak semua hal menyenangkan. Hal ini juga berlaku pada teman atau rekan kerja anda menyenangkan, begitu pula tidak semua dari mereka adalah saingan jahat.

Rekan atau kolega yang menjadi pesaing di lingkungan kerja akan merasa tidak enak bila anda menganggapnya sebagai teman akrab. Keberhasilan seseorang tidak jarang dihadapi dengan rasa iri dan dengki. Namun, persaingan sehat yang di mulai dari anda dapat meningkatkan produktivitas dan percepatan karier.

Untuk menjaga produktivitas,ada baiknya Anda segera menyelamatkan diri saat menyadari diri anda terjebak dalam persaingan yang tidak sehat. Hal ini di lakukan saat anda merasa terdesak dan berada diantara labirin ketidakpastian. Sebab, sekalipun memiliki kelihaian, anda tidak dapat memastikan akhirnya akan seperti apa. Menjadi teman dan sekaligus pesaing yang baik ialah berinterraksi secara sehat. Apabila tidak hati-hati dalam berteman maka karier anda menjadi taruhan. Di sinilah anda dituntut untuk pandai bergaul.

Berikut beberapa TIPS bagi anda untuk bersikap bijak dalam mewujudkan hubungan sehat di lingkungan pekerjaan sekaligus meletupkan potensi diri dengan mudah bergaul :
a. Menghadapi Secara Langsung
Apabila terlibat masalah, jangan sampai anda melibatkan pihak ketiga dan mengumbar masalah tersebut kepada rekan kerja. Simpan baik-baik masalah yang anda hadapi di lingkungan pekerjaan. Hal ini bukan sekedar bertujuan anda tampak sebagai pekerja normal dan profesional, tetapi lebih pada menjaga kebaikan karier anda di masa mendatang.

b. Jangan Mengumbar Masalah Pribadi
Jangan biarkan berita buruk atau aib tentang anda tersebar di kalangan teman kerja. Fokuskan diri anda hanya pada pekerjaan. Selain itu, dalam berintraksi, anda sebaiknya mengarahkan pembicaraan pada tema-tema yang berhubungan dengan pekerjaan.
 
Anda tidak perlu mengeluarkan keluh kesah masalah pribadi atau keluarga kepada teman sekantor. Ingatlah bahwa hal tersebut dapat berdampak buruk karena rekan-rekan menganggap anda memiliki masalah pribadi yang belum terselesaikan. Apabila dicap belum mampu membereskan masalah pribadi, bagaimana mungkin anda dapat dipercaya untuk mengurusi pekerjaan kantor??? Oleh sebab itu, fokuskan diri pada tujuan dan yakinkan orang sekantor bahwa anda bisa diandalkan dalam pekerjaan.
Jangan samakan situasi pekerjaan dengan lingkungan sekolah atau kuliah. Anda harus mengetahui siapa yang dapat dipercaya sekaligus menaruh kepercayaan terhadap diri anda. Dalam hal ini, anda tetap bisa ramah kepada rekan kerja tanpa perlu menjadi teman. Hal ini bukan berarti anda tidak membutuhkan teman. Hanya saja, setiap pertemanan pasti memiliki batasan-batasan pribadi.

c. Memasang Batas Aman
Selesaikan seluruh pekerjaan anda tepat pada waktunya. Selain itu, laporkan semua pekerjaan yang telah anda lakukan kepada atasan atau rekan bisnis. Hal ini dilakukan hanya untuk memastikan atasan atau rekan bisnis mengetahui bahwa anda yang mengerjakan pekerjaan tersebut. Artinya, bukan pihak lain yang berusaha menyabotase atau mengklaim hasil pekerjaan anda.

d. Rendah Hati
Sikap ini merupakan yang paling urgen.Sebagaimana disebutkan di muka bahwa sekalipun anda mempunyai musuh atau pesaing di lingkungan pekerjaan, jangan pernah menaruh kebencian kepadanya. Meskipun ia berwatak pembenci, anda tetap harus mampu bersikap bijaksana. Biasanya, sikap rendah hati selalu membuahkan hasil yang baik. Sebaliknya, sikap arogan yang membuat seseorang kian bersemangat untuk menjatuhkan orang lain. Hal ini tentu saja sangat merugikan.

Kelangsuangan suatu bisnis banyak ditentukan oleh seberapa banyak si pemilik bisnis membangun jaringan, merawat dan mengembangkan jaringan yang telah dibangun.

Jika kita tidak memelihara dan mengembangkan jaringan, jangan berharap bisnis kita akan lestari. Merawat dan memelihara jaringan sama pentingnya dengan membangun atau mengembangkan jaringan.

Berikut adalah tips bagaimana memelihara dan mengembangkan jaringan untuk kemajuan bisnis anda:

Ingatlah peristiwa-peristiwa penting dalam komunitas yang telah kita bangun. Cermatilah perubahan-perubahan yang terjadi pada pribadi, organisasi, atau perusahaan pada jaringan kita. Kirimlah surat, faksimili, atau e-mail ke perusahaan calon mitra Anda. Dokumentasikan peristiwa penting yang terjadi pada jaringan kita. Manfaatkan tempat singgah kita secara konstruktif. Jadilah perantara yang mampu menangani komunikasi diantara pihak yang sedang bertikai. Telepon mereka sewaktu mereka ditimpa kemalangan. Laporkan pada jaringan kita jika memang ada perubahan-perubahan besar. Hadirilah setiap anggota yang mengundang kita. Memnuhi undangan merupakan bentuk rasa hormat kita kepada mitra kerja kita.

Pada dasarnya ada dua cara untuk tetap memelihara dan merawat jaringan kita, yaitu cara proaktif  dan cara positif-reaktif. Cara proaktif berarti kita secara rutin dan terus menerus memelihara dan berusaha menghubungi jaringan kita secara kreatif.

Sedangkan cara positif-reaktif berarti kita selalu merespon atau menanggapi secara positif dan melakukan kontak kepada jaringan atas berbagai peristiwa penting atau perubahan situasi yang dialami oleh jaringan kita.

Berhubungan dengan jaringan dapat kita lakukan dengan berbagai cara, seperti pertemuan dengan face to face, pertemuan kelompok (pesta, event tertentu, dan lain-lain), melalui telepon, kartu pos, surat, e-mail atau bahkan hanya menitip salam melalui jaringan kita yang lain. Gunakan berbagai media atau jaringan kita sendiri untuk senantiasa berhubungan dengan seluruh (atau minimal sebagian besar) jaringan kita.

Kita harus membuat target atau jadwal rutin siapa saja yang harus kita hubungi (meskipun kita tidak mempunyai urusan bisnis tertentu dengan mereka) dan berapa sering kita harus mengontak mereka. 2018 TAHUN GONJANG GANJING POLITIK INDONESIA
9:16 AM No comments
Beberapa Penyebab Jabatan Kerja Tidak Naik secara Umum
Memiliki karir yang cemerlang atau jabatan yang tinggi biasanya merupakan cita-cita semua karyawan
Nah, sebelum Anda memutuskan untuk melayangkan protes kepada atasan, ada baiknya Anda menyimak penyebab jabatan kerja tidak naik berikut ini sehingga Anda bisa segera menemukan solusinya.
Penyebab Jabatan Kerja Tidak Naik Yang Sering Dialami Karyawan Perusahaan
penyebab jabatan kerja tidak naik
Sulit bekerja sama dengan karyawan lainnya
Jika Anda termasuk orang yang sering menyelesaikan pekerjaan sendirian atau sulit bekerja sama dengan karyawan lain, sebaiknya mulai saat ini sedikit demi sedikit Anda harus mengurangi sifat tersebut.
Sifat sulit bekerja sama dengan karyawan lain bisa jadi merupakan salah satu penyebab jabatan kerja tidak naik. Karena Anda akan dianggap sebagai karyawan yang egois. Padahal kerja sama tim merupakan hal yang penting dalam proses penyelesaian suatu pekerjaan.
Jika Anda menjadi seorang pemimpin tim yang bersikap terlalu mendominasi, hal ini tidak hanya akan merugikan Anda tapi juga merugikan rekan kerja lainnya karena menghambat kemajuan tim.
Sikap ini

juga membuat rekan-rekan Anda merasa tidak dihargai keberadaannya. Meskipun berada dalam satu tim dan tim Anda akan sulit berkembang karena tidak ada masukan ide-ide baru. Penilaian perusahaan dan rekan kerja terhadap Anda pun akan semakin negatif.
Terlalu banyak mengeluh
Tidak hanya sikap egois, sikap terlalu banyak mengeluh juga bisa menjadi penyebab jabatan kerja tidak naik apalagi kalau hal yang Anda keluhkan setiap hari menyangkut kebijakan perusahaan.
Setiap pekerjaan pasti memiliki sisi positif dan negatif. Tidak setiap saat pekerjaan yang kita miliki bisa memuaskan kita, tapi itu bukan alasan yang mengijinkan kita terlalu banyak mengeluh dan menuntut banyak hal terhadap perusahaan.
Sikap terlalu banyak mengeluh tidak hanya berefek negatif bagi Anda tapi juga kepada rekan kerja lainnya. Karena Anda akan dianggap menyebarkan energi negatif dan membuat suasana kerja tidak kondusif.
Sulit menerima kritik
Jika Anda termasuk orang yang sulit menerima kritik atau mudah sakit hati ketika dikritik rekan kerja atau atasan. Mungkin ada baiknya Anda mulai mengurangi sifat ini dan mulai membuka hati untuk menerima kritik dari orang lain.
Sifat sulit menerima kritik ini tidak hanya akan mempengaruhi hubungan Anda dengan sesama rekan kerja. Tetapi juga bisa menjadi salah satu penyebab jabatan kerja tidak naik meskipun kinerja Anda terbilang cukup baik.
Memang, tidak semua orang siap menerima kritik, tapi tidak semua kritik itu buruk. Jika kita menyikapinya dengan santai dan hati yang lapang, siapa tahu kritik tersebut malah menjadi suatu masukan yang berguna bagi kemajuan karir kita dan mempersiapkan kita untuk jabatan yang lebih tinggi.
Sulit mendengarkan pendapat orang lain
Salah satu alasan penyebab jabatan kerja tidak naik yakni sikap sulit mendengarkan pendapat orang lain. Sikap ini akan membuat Anda dipandang sebagai seorang pribadi yang kaku, tidak toleran. Apalagi tidak menghargai orang lain dan hanya memandang suatu permasahan dari sudut pandang Anda sendiri.
Padahal, untuk memecahkan suatu permasalahan perusahaan, Anda harus melihat dan mencari solusinya dari berbagai sudut. Termasuk dari sudut pandang orang lain untuk menghasilkan penilaian yang lebih berimbang.
Siapa tahu rekan kerja Anda memiliki pendapat atau saran yang lebih baik untuk memecahkan permasalahan tim maupun untuk kemajuan perusahaan.
Referensi lain : Pertanyaan Wawancara Kerja yang Sepele tapi Menjebak
Dianggap belum memiliki kemampuan yang cukup
penyebab jabatan kerja tidak naik
Ketika jabatan kerja tidak naik, jangan langsung menyalahkan perusahaan. Siapa tahu permasalahannya terletak pada kemampuan Anda sebagai karyawan bukan pada pemegang tampuk kebijakan perusahaan.
Untuk naik ke jabatan yang lebih tinggi, pasti membutuhkan waktu dan kompetensi yang memadai untuk memegang tanggung jawab yang lebih besar.
Periksa kinerja Anda selama ini apakah sudah mencerminkan kemampuan maksimal Anda. Siapa tahu penyebab jabatan kerja tidak naik selama ini salah satunya karena perusahaan memandang kinerja Anda kurang optimal atau Anda dianggap kurang kompeten di bidang Anda.
Bila perlu konsultasikan dengan atasan mengenai kinerja Anda selama ini dan kemampuan apa yang harus ditingkatkan untuk memperbaiki hasil kerja di masa mendatang.
Sulit beradaptasi
Hasil survei Accountemps terhadap beberapa CEO perusahaan mengungkapkan bahwa sebanyak 35% keberhasilan karir seorang karyawan bergantung pada kemampuan karyawan. Yang mampu beradaptasi menghadapi perubahan yang terjadi di perusahaan.
Jika Anda sulit beradaptasi terhadap perubahan kebijakan perusahaan seperti perubahan penempatan kerja, perubahan gaji, hadirnya karyawan baru maupun kebijakan lainnya. Bisa jadi itu merupakan salah satu penyebab jabatan kerja tidak naik meskipun Anda memiliki kinerja yang bagus.
Perasaan takut dan malu ketika berbaur dengan karyawan baru maupun karyawan lain di tempat kerja yang baru itu wajar. Tetapi jangan berlarut-larut dengan keadaan ini agar Anda tidak dicap tertutup atau kaku.
Berbaurlah sesering mungkin, lakukan dengan santai dan jalin hubungan yang baik antar sesama karyawan agar tercipta suasana kerja yang cair dan tidak terlalu kaku.
Sering bersikap tidak profesional
Jika Anda sering datang terlambat tapi pulang lebih awal dari jam kantor yang telah ditentukan atau sering tidak masuk tanpa alasan. Gemar menunda pekerjaan, tidak bersemangat kerja atau memberikan hasil kerja di bawah rata-rata, bisa-bisa Anda dicap tidak profesional dalam pekerjaan Anda.
Sering membawa permasalahan pribadi ke kantor juga merupakan salah satu tindakan tidak profesional. Karena selain mempengaruhi kinerja, sikap ini juga bisa menjadi penyebab jabatan kerja tidak naik atau bahkan menurunkan reputasi kinerja Anda.
Sering berpenampilan tidak pantas
penyebab jabatan kerja tidak naik
Apabila Anda masih berkeinginan menaikkan jenjang karir Anda di perusahaan, selain memperhatikan kinerja, sebaiknya perhatikan juga penampilan Anda.
Penampilan kerja yang meyakinkan dan berwibawa menunjukkan bahwa Anda memiliki kesiapan untuk menjadi pemimpin. Bahkan menurut penelitian, hampir 80% eksekutif perusahaan mempertimbangkan selera berpakaian dalam mempromosikan karyawan mereka.

Jadi, mulai sekarang cek, jika sudah terlalu lama jabatan kerja tidak naik meskipun Anda sudah memberikan yang terbaik. Mungkin selera berpakaian Anda yang seadanya atau serampangan adalah salah satu penyebabnya.
Enggan meningkatkan kemampuan diri
Menjadi penggila kerja atau workaholic itu tidak selamanya buruk. Namun, hal ini bisa memberikan dampak yang kurang baik bagi karir Anda. Jika Anda terlalu tenggelam di dalamnya dan lupa untuk memperhatikan kebutuhan diri sendiri.
Tubuh dan pikiran Anda butuh penyegaran, membutuhkan asupan berbagai informasi dan latihan yang tidak hanya akan meningkatkan kemampuan diri tetapi juga menunjang masa depan karir Anda.
Karyawan yang enggan meningkatkan kemampuan diri, tidak memiliki inisiatif dan kreatifitas dalam menyelesaikan pekerjaannya akan kalah oleh karyawan baru. Yang lebih bersemangat dan lebih kreatif dalam memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi perusahaan.
Kalau itu sudah terjadi, bukan hanya ancaman jabatan kerja tidak naik, tapi juga ancaman penurunan jabatan ada di depan mata.
Terlalu terobsesi naik jabatan
Terlalu terobsesi untuk naik jabatan bisa berdampak tidak baik untuk karir maupun citra diri Anda.
Sikap terlalu obsesif seperti ini biasanya menghinggapi generasi milenium yang menginginkan hasil yang instant dan mudah tertekan. Ketika keinginan mereka tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan meski telah bekerja dengan keras.
Kenaikan karir sebenarnya tidak hanya membutuhkan kerja keras tapi juga membutuhkan waktu, kesabaran. Peningkatan kemampuan dan kematangan emosional yang cukup untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar.
Memaksakan keinginan untuk segera naik jabatan bisa-bisa malah membuat Anda mendapatkan penilaian negatif dari atasan maupun sesama rekan kerja. Bahkan bisa-bisa menjadi penyebab jabatan kerja tidak naik karena Anda dianggap terlalu ambisius.
Performa kerja biasa-biasa saja
penyebab jabatan kerja tidak naik
Salah satu penyebab jabatan kerja tidak naik selanjutnya yakni performa kerja karyawan yang biasa-biasa saja dan enggan memberi nilai lebih pada hasil kerja mereka.
Menurut hasil survei, sekitar 71% HRD mengatakan bahwa ketidakinginan karyawan untuk melakukan pekerjaan lebih dari target yang diberikan merupakan penyebab urungnya perusahaan mempromosikan seorang karyawan.
Karyawan yang mau melakukan pekerjaan melebihi target biasanya dianggap sebagai karyawan yang memiliki loyalitas terhadap perusahaan.
Jadi, jika Anda merasa bahwa jabatan kerja tidak naik meskipun Anda tidak pernah bolos kerja, mungkin permasalahannya terletak pada hasil kerja Anda yang pas-pasan. Atau ketidaksediaan Anda untuk memberikan sesuatu yang lebih bagi perusahaan.
Dianggap tidak memiliki potensi sebagai pemimpin
Ada anggapan bahwa orang yang selalu siap mengerjakan tugas apapun belum tentu cocok menduduki posisi manajerial. Sehingga biasanya perusahaan memilih orang-orang yang berjiwa pemberontak atau memiliki inisiatif sebagai pemimpin sebuah tim karena dianggap bisa mencari cara yang lebih cepat dalam menyelesaikan masalah.
Selain itu, menjadi seorang pemimpin juga membutuhkan kemampuan manajerial atau kemampuan mendelegasikan suatu pekerjaan. Dan memiliki kewibawaan memimpin banyak karyawan dengan berbagai karakter dan berbagai keahlian yang tentunya tidaklah mudah.
Nah, jika perusahaan menilai kemampuan tersebut tidak ada di dalam diri Anda, mungkin itu penyebab jabatan kerja tidak naik selama ini.

Belum berhasil mengesankan atasan
Sebuah penelitan mengungkapkan bahwa sebanyak 56% dari pemimpin perusahaan sudah mengantongi nama-nama karyawannya yang akan diberikan promosi jabatan.
Biasanya karyawan tersebut dianggap memiliki sesuatu yang lebih yang membuat mereka terkesan seperti memiliki kewibawaan, dianggap bisa memimpin karyawan lainnya maupun kelebihan lainnya.
Nah, jika selama ini Anda sudah memberikan yang terbaik namun tetap saja jabatan kerja tidak naik, mungkin Anda belum berhasil membuat atasan Anda terkesan atau bisa saja itu merupakan sinyal untuk mencari pekerjaan di tempat lain.
Posisi yang lebih tinggi sudah diisi orang lain
Penyebab jabatan kerja tidak naik yang terakhir yakni posisi yang lebih tinggi tidak tersedia atau sudah diisi oleh orang lain. Ini merupakan hal yang tidak bisa Anda paksakan tapi bukan berarti Anda bisa berhenti meningkatkan kemampuan diri.
Anda harus terus mengembangkan diri Anda dan menampilkan kinerja yang terbaik hingga suatu saat posisi yang Anda incar tersedia.
Jika Anda sudah menunggu terlalu lama tapi tetap saja jabatan tidak naik, mungkin sudah saatnya Anda mempertimbangkan untuk mencari pekerjaan lain yang menawarkan peluang lebih baik.
Itulah beberapa penyebab jabatan kerja tidak naik yang biasanya dihadapi oleh karyawan perusahaan.
Nah, setelah mengetahui penyebab jabatan tidak naik, lalu bagaimana caranya agar kenaikan jabatan bisa segera kita dapatkan? Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda terapkan agar kenaikan jabatan bisa Anda raih sesegera mungkin.
Cara Memperoleh Kenaikan Jabatan Dengan Cepat
Penyebab jabatan kerja tidak naik
Menyesuaikan penampilan dan sikap dengan citra perusahaan
Disadari atau tidak, penampilan dan sikap Anda, baik di area kantor maupun di luar kantor mencerminkan citra perusahaan Anda. Ketika Anda bergabung dengan sebuah perusahaan, secara otomatis identitas perusahaan juga melekat pada diri Anda.
Anda tentu tidak ingin bukan jika citra perusahaan merosot atau jatuh karena penampilan dan sikap karyawannya baik di dalam maupun di luar kantor urakan, tidak berwibawa atau tidak sopan.
Oleh sebab itu, jaga nama baik perusahaan dengan berpenampilan dan berperilaku yang baik sesuai dengan citra perusahaan. Tidak hanya orang lain yang akan mengapresiasi Anda, tapi pimpinan perusahaan juga akan lebih mudah mengingat Anda jika Anda pandai membawa diri.
Datang ke kantor lebih awal
Datang ke kantor lebih awal dan pulang setelah waktu melebihi jam kantor bisa memberikan nilai tambah bagi seorang karyawan terutama di mata atasannya.
Dengan melakukan hal ini, Anda akan dinilai sebagai karyawan yang rajin, disiplin dan mampu memberikan nilai lebih pada pekerjaan Anda. Atasan pun akan lebih mudah mengingat Anda jika suatu saat hendak menawarkan promosi jabatan.
Jangan segan untuk menawarkan bantuan kepada rekan kerja
Jangan segan untuk menawarkan bantuan kepada rekan lain yang membutuhkan bantuan agar pekerjaan tim bisa diselesaikan dengan lebih cepat.
Hal ini tidak hanya menunjukkan bahwa Anda bukan seorang karyawan yang egois tetapi juga sebagai seorang yang peduli terhadap karyawan lainnya dan bisa diandalkan dalam kerja sama tim. Anda pun akan memiliki nilai positif di mata rekan kerja dan atasan Anda.
Berikan kinerja yang konsisten sepanjang waktu
Memberikan kinerja yang konsisten sepanjang waktu sesuai dengan kemampuan juga menambah nilai positif di mata atasan.
Jika Anda sedang merasa kelelahan, Anda bisa ijin sebentar untuk beristirahat lalu lanjutkan kembali pekerjaan Anda sebaik-baiknya. Jangan sampai atasan melihat Anda berleha-leha membuang waktu kerja sementara pekerjaan masih menumpuk.
Mau belajar dari kesalahan
Jika Anda merasa karir Anda stagnan, jabatan kerja tidak naik meskipun sudah bekerja dengan baik, mungkin memang ada sesuatu yang harus Anda perbaiki.
Buka diri terhadap kritik dan saran dari rekan kerja, tanyakan pada atasan apa yang bisa diperbaiki dan ditingkatkan dari hasil kerja Anda selama ini dan gunakan saran dan kritik tersebut untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kinerja Anda.
Jangan segan untuk bertanya dan memberikan pendapat
Dalam suatu pertemuan atau meeting, atasan tentu akan lebih mudah mengingat karyawan yang aktif bertanya atau memberikan pendapat.
Oleh sebab itu, jangan malu untuk berkontribusi aktif di dalam pertemuan dan jangan takut jika ide Anda ditolak karena perusahaan tentu memiliki alasan yang lebih baik ketika menolak ide dari karyawannya.
Jaga integritas dalam melaksanakan pekerjaan
Selalu jaga integritas Anda ketika melaksanakan suatu pekerjaan dan jauhi cara-cara yang curang. Menjadi karyawan yang jujur tidak hanya membuat Anda disukai oleh atasan tapi juga membuat Anda disegani oleh rekan kerja lainnya.
Jangan ragu untuk mengutarakan keinginan naik jabatan ke atasan
Perusahaan tidak bisa mengetahui isi hati setiap karyawannya. Jika Anda tidak mengutarakan keinginan Anda, bagaimana perusahaan bisa mengetahui kalau Anda membutuhkan posisi yang lebih baik.
Yakinkan atasan Anda bahwa Anda mampu diberi tanggung jawab yang lebih besar dan berikan alasan mengapa Anda layak untuk mendapatkan kenaikan jabatan.
Jika diutarakan dengan baik-baik, siapa tahu atasan akan mempertimbangkan keinginan Anda, asalkan Anda sudah memberikan kontribusi yang besar dan kinerja yang maksimal bagi perusahaan.
Setelah mengetahui penyebab jabatan kerja tidak naik dan mengupayakan langkah-langkah perbaikan tersebut di atas, semoga promosi jabatan dan kecemerlangan karir bisa segera Anda raih. Salam sukses. MEMELIHARA JARINGAN MENINGKATKAN PEFORMA DIRI
9:31 PM No comments
Pandai Bernegoisasi dan Meyakinkan Orang Lain
Untuk membuka peluang memperluas dan memelihara jaringan, anda perlu meningkatkan kapasitas diri dalam bernegosiasi. Dalam hal ini, negosiasi tidak hanya dijadikan alat politik bagi para politikus, tetapi dapat di lakukan oleh siapa saja untuk kepentingan komunikator (pembicara) dan komunikan (pihak pihak yang di ajak bicara). 

Negosiasi perlu juga dilakukan oleh anda yang ingin menjadi nomor satu di lingkungan pekerjaan. Ada pertanyaan yang cukup mengelitik. Apakah negosiasi sama dengan menjilat? Jawabannya tentu saja tidak. Perlu dilakukan bahwa negosiasi ialah upaya seseorang melakukan komunikasi interaktif kepada orang lain dengan maksud atau tujuan agar keinginannya dapat mudah tercapai.

Sebagai contoh diperusahaan, anda menekankan kreativitas sebagai tolok ukur karier karyawan mengalami perkembangan atau stagnan. Maka negosiasi merupakan langkah selanjutnya untuk mempermudah karya kreatif anda dipertimbangkan. Dalam persaingan kreativitas dan produktivitas akan muncul konsep, gagasan, program, atau ide dari masing-masing personal yang di anggap benar dan menarik.

Dengan adanya perbedaan kepentingan inilah terjadi negosiasi. Biasanya, orang yang pandai bernegosiasi dan berkomunikasi dapat menyakinkan orang lain. Satu contoh lain adalah pada bidang pemasaran. Di bidang ini, negosiasi merupakan hal yang lumrah. Dalam proses tawar menawar barang, negosiasi kepada pihak pembeli merupakan elemen mendasar terjadinya kesepakatan harga yang saling menguntungkan. 

Kepandaian bernegosiasi dan meyakinkan orang lain terhadap sebuah tawaran merupakan nilai lebih bagi seorang pekerja. Negosiasi ialah kegiatan tawar-menawar dengan jalan berunding guna mencapai kesepakatan bersama antara pihak satu dengan pihak yang lain. Tidak hanya itu, negosiasi juga di perlukan manakala perusahaan terlibat konflik dengan kompotitor lain dan atau masyarakat.

Perbedaan yang sebelumnya mencuat lewat jalan negosiasi dapat mencair karena terjalin komunikasi interaktif. Dalam memelihara dan memperluas networking (jaringan), kemampuan seorang negosiator sangat di perlukan. Menurut beberapa pengertian, networking dapat disandarkan pada beberapa pilihan, yaitu menghindar, terbuka, responsif, asertif, persuatif, serta agresif konfrontatif. 

Adapun untuk melakukan negosiasi diperlukan upaya agar relasi yang di bangun dapat bersifat terbuka dan responsif. Untuk memenangkan negosiasi sekaligus menyakinkan orang lain, hal tersebut dapat dilakukan dengan menempuh beragam cara. Beberapa di antaranya ialah membuat strategi negosiasi yang mengedepankan komunikasi interpersonal secara baik, memahami pesoalan yang akan dinegosiasikan, memiliki informasi dan data yang akurat, mengungkapkan gagasan secara rasional, menyampaikan penjelasan dengan kalimat menarik, menggunakan bahasa efektif dan santun, bersikap sabar dan terbuka,dan sebagainya. 

Berkaitan dengan kontrak, buat pihak lawan berkomitmen dengan membicarakan tawaran kontrak terlebih dahulu sebelum memutuskan kesepakatan dan membubuhkan tanda tangan.
Negosiasi merupakan keahlian yang wajib dimiliki setiap orang. Apalagi jika Anda merupakan orang yang bergerak di bidang sales dan marketing. Walaupun tidak bergerak di bidang itu, sebenarnya kemampuan bernegosiasi wajib dimiliki oleh setiap orang. Psikologi, optimis, relationship, diplomasi, dan mendengar, itu semua adalah yang terkandung dalam kata 'Negosiasi'. Semuanya itu akan dikaitkan dengan profesionalisme dalam bekerja. Apakah kemampuan Anda tersebut dapat memenuhi apa yang Anda inginkan dan sudah cukup menghormati kebutuhan pihak kedua. Berikut merupakan beberapa tips agar negosiasi yang Anda terapkan berguna bagi kehidupan sehari-hari.

Acuan dalam bernegosiasi
1. Jadilah pendengar yang baik
Gimana bisa bernegosiasi kalau Anda saja tidak tahu apa yang dibutuhkan oleh pihak kedua. Faktanya adalah, jangan menjadi pendengar yang baik, tapi jadilah pendengar yang terbaik. Libatkan diri Anda dengan kemauan orang lain dengan catatan tidak membahayakan posisi Anda sendiri. Semakin Anda tahu tentang sisi lain dari cerita mereka, semakin hebat Anda mencapai tujuan dan mengatasi masalah tersebut.

2. Lakukan Penelitian
Persenjatai diri Anda dengan melakukan penelitian terhadap pihak kedua tersebut. Pelajari tingkah lakunya dan topik negosiasi untuk mengukur bibit, bebet, dan bobot kelemahan dan kekuatan yang dimiliki oleh dua hal tersebut. Anda mungkin akan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan deal terbaik sesuai harapan Anda.

 3. Anda Tidak akan mendapatkannya jika tidak meminta
Tawaran pertama merupakan patokan untuk tawaran yang selanjutnya, maka dari itu, jika Anda salah sedikit dengan penawaran yang Anda mau, jangan heran jika Anda tidak puas dengan hasil yang didapat. Berhati-hatilah dengan apa yang Anda minta, pikirkan terlebih dahulu sebelum Anda menyesal.

 4. Jadilah orang yang diplomatis
Junjung tinggi hal ini. Tetap profesional dengan memperhatikan kebutuhan pihak lain. Sejajarkan negosiasi dengan kebutuhan bersama agar saling untung satu sama lain. Dengan begitu Anda akan mendapatkan respect.

 5. Jangan menyerah
Tidak setiap negosiasi akan berjalan dengan mulus. Jangan kecewa. Percayalah kesempatan kedua itu ada. Tetap percaya diri dan belajar. Walaupun Anda kecewa sampai ingin memecahkan kepala Anda ketembok, bukan berarti Anda harus menyerah. Tetap percaya diri dan jangan patah semangat, belajar dari kesalahan. Itu penting.  LANGKAH MENITI KARIER CEMERLANG ATAU JABATAN YANG TINGGI
5:46 AM No comments
Gagal dalam berusaha adalah hal biasa. Namun, kegagalan tidak mudah dilalui oleh orang-orang yang kurang memiliki mental tangguh. Akibat, mereka mudah berputus asa atau putus harapan. Seorang pasti mengalami kegagalan. Hanya saja, perbedaan antara orang satu dengan yang lain ialah cara menyikapi. Apakah anda terus meratap atau mengeluh maka keberhasilan akan datang ? tentu saja ada jalan lain yang jauh lebih indah dari pada putus asa.

Putus asa atau putus harapan adalah sebuah kondisi psikologis dan kejiwaan seorang pekerja dimana dirinya merasa, berfikir, dan menganggap sesuatu yang menjadi target dan tujuan di masa depan mustahil tercapai. Penyebab timbulnya rasa putus asa dipicu oleh dua factor, yaitu secara internal dan eksternal.

Factor internal ialah penyebab yang timbul dari dalam diri, yakni terjadi kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Hal ini disebabkan oleh sumber daya yang dimiliki kurang memadai untuk mencapai tujuan.

Factor eksternal ialah beberapa penyebab penting yang timbul dari luar diri, misalnya kondisi ekonomi yang fluktuatif, persaingan yang semakin ketat, bencana alam, dan sebagainya. Jika di dalam diri anda sudah tertanam mental juara dan penuh dengan jiwa kesatria, timulnya factor eksternal tidak akan berdampak signifikan. Artinya, anda tidak akan mudah putus asa.

Sebagai catatan, apabila harapan anda sudah hilang dan berganti keputusasaan maka hal itu akan berdampak negatif. Di antara dampak-dampak tersebut ialah :
1.     Hilangnya semangat menjalankan usaha;
2.     Penurunan produktivitas kerja;
3.     Menghilangkan kepercayaan diri;
4.  Berkurangnya tingkat kepercayaan dari rekan-rekan kerja, pelanggan, pemasok, dan kreditor;
5.     Serta ketidakpastian kelangsungan usaha yang sedang dijalankan.

Cara mengatasi situasi keputusasaan ialah menumbuh kembangkan keyakinan, kepercayaan diri, serta antusiasme. Selain itu, ketabahan harus dijaga agar tetap kuat dalam menghadapi cobaan dan kesulitan hidup. Kualitas sumber daya manusia juga harus ditingkatkan dengan cara memperbaiki diri sendiri sehingga asa tetap terjaga dengan baik.

Lakukan ini Ketika Menghadapi Kegagalan
Ketika Anda mengalami kesulitan dan kegagalan dalam menghadapi proses menuju kesuksesan, lakukan beberapa hal di bawah ini :
1.     Sabar dan tidak putus asa.
2.     Belajar dari kesalahan dan segera bangkit.
3.     Melihat kelemahan dan bangkit melalui kekuatan dan melihat peluang yang ada.
4.     Selalu optimis bahwa keberhasilan pasti ada di depan mata.

Kegagalan yang pernah dialami oleh CEO Starbuck dan bagaimana dia menyikapi kegagalan itu dan terus berfokus pada keberhasilan yang akan dia raih. Untuk menyegarkan kembali pikiran Anda, berikut ini cara Howard Schultz, CEO Starbuck menghadapi kegagalannya :


  • Jangan menyalahkan orang lain dan diri sendiri. Jangan cari siapa yang salah, siapa yang benar karena hal tersebut membuang waktu dan dapat menyebabkan kita kehilangan arah. Menurutnya semua sudah terjadi dan tidak penting mencari siapa yang salah. Alih-alih cari siapa yang salah, segeralah cari bagaimana solusinya. 
  • \Fokus pada solusi, cari tahu penyebab kegagalan. Fokuskan segala resources (pikiran, tenaga dan perhatian) pada solusi. Cari jalan yang terbaik bagaimana agar bisa bangkit kembali dalam waktu yang cepat.
  • Tetap berorientasi pada visi dan misi awal. Gagal adalah sebuah peringatan, untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Visi dan misi menjadi tujuan utama dan cari cara untuk mewujudkannya. 
  • Berinovasi dan lakukan hal-hal yang pernah dilakukan agar bisa kembali bangkit. Singkirkan hal-hal yang menjadi penghalang dan penghambat. Buatlah perubahan yang besar. Starbuck harus melakukan banyak perubahan untuk bisa bangkit dari 16 bulan krisis keuangan. 
  • Jangan pernah takut gagal, terlebih jika Anda pernah gagal. Ketakutan bukanlah alasan untuk berhenti berusaha. Terus bergerak, tetap melangkah dan memiliki optimisme. 
  • Selalu jujur pada diri sendiri, karyawan, pelanggan dan semua orang. Usaha apapun membutuhkan rasa percaya. Kejujuran adalah modal utama untuk mendapatkan rasa percaya.
  • Ikuti perubahan yang terjadi karena dunia di sekitar kita akan terus mengalami perubahan. Kalau kita tidak bisa mengikutinya, kita akan tertinggal. Perubahan merupakan cara terbaik untuk mencegah terjadinya kegagalan dan perubahan memang cara terbaik pula yang bisa digunakan ketika kita ingin bangkit setelah mengalami kegagalan. CARA BERNEGOSIASI DAN MEYAKIKAN ORANG LAIN
2:34 AM No comments
Sebagai seorang pribadi yang berintegritas dan memiliki etos kerja tinggi, anda sebaiknya juga memiliki sifat tegas dan cepat dalam mengambil keputusan. Sikap tegas merupakan hal penting yang harus diperhatikan secara seksama. Sebab, sikap ini melibatkan diri sendiri dengan orang lain, terutama mereka yang ada disekitar anda. Akan tetapi, adalah sebuah kekeliruan jika anda megorbankan kepentingan anda sendiri demi mementingkan – atau dalam hal ini menyenangkan hati orang lain. Hal ini dapat mengakibatkan rasa tidak respek lingkungan sekitar kepada anda. Bahkan, hal tersebut akan mendorong anda selalu merasa rendah diri.

Ketegasan adalah seni untuk belajar berkata “tidak”. Ketegasan ialah tindakan meminta apa yang diinginkan dengan percaya diri tanpa merugikan orang lain, tetapi dalam waktu bersamaan mempertahankan hak-hak sendiri. Ketegasan bukanlah sesuatu yang diwariskan. Ketegasan ialah keterampilan yang setiap orang bisa mempelajarinya jika benar-benar berniat untuk mengubah keadaan dirinya.

Di antara factor pemicu seseorang tidak bisa tegas dalam memberikan keputusan ialah mudah mengikuti arus, kurang percaya diri, serta cendrung gegabah dalam bertindak. Beberapa factor tersebut sering kali mengganggu konsentrasi seseorang ketika bekerja. Ketika hal demikian terjadi, maka seseorang pekerja akan sulit untuk menjadi pribadi yang memiliki ketegasan. Padahal, sifat tegas merupakan bagian dari integritas dan bahkan termasuk salah satu unsur dari identitas seseorang.

Seorang pekerja yang mudah ikut arus biasanya tidak memiliki pendirian yang kuat, ketika pendirian seseorang lemah, maka kadar integritas dirinya sangat rendah. Mudah ikut arus sama saja dengan tidak memiliki tumpuan yang jelas dalam menjalankan pekerjaan. Seorang pekerja yang tidak memiliki pendirian yang kuat hanya akan memberikan dampak negatif terhadap perusahaan. Bahkan, ia tidak akan pernah menjadi pemimpin yang baik dan bijaksana akibat mudah goyah oleh berbagai pendapat di luar dirinya.
Terkait dengan sikap kurang percaya diri, seorang pekerja harus belajar untuk siap bekerja dengan mental yang baik. Artinya, seorang pekerja harus memiliki rasa percaya diri tinggi dalam keadaan apapun. Percaya diri memang bukan harga pasti yang mudah diperoleh. Namun, jika kurang percaya diri, anda akan sulit mengambil keputusan karena terjebak di dalam zona abu-abu. Terjebak pada area ini akan melemahkan rasa percaya diri sehingga sulit untuk bersikap tegas. Solusi dari masalah ini  ialah menentukan prioritas dan focus. Tentukan sasaran dan pilih yang jelas dan benar. Lalu, curahkan seluruh perhatian anda dalam hal tersebut.

Adapun maksud sering bertindak gegabah dapat merujuk pada tipe orang yang bertindak terlebih dahulu baru berfikir kemudian. Biasanya, mereka ceroboh dan tergesa-gesa, lalu menyesali keputusannya. Perkataan orang plin-plan tidak bisa dipegang. Orang yang memiliki sikap semacam itu sulit dipercaya ataupun diandalkan sehingga tidak dapat menjadi pemimpin yang baik. Hal ini jelas tidak menguntungkan, baik bagi dirinya sendiri maupun perusahaan yang menaunginya. Solusi dari hal ini ialah menyiapkan keputusan yang solid dan tepat dengan penuh kesadaran.

Cepat mengambil keputusan bukan berarti bertindak tanpa didasari pemikiran, melainkan sikap cekatan, ketangkasan, serta pengolahan daya pikir untuk mengambil sebuah keputusan. Patut didasari bahwa mengambil keputusan tanpa berfikir logis akan meyebabkan situasi menjadi fatal. Selain itu, label gegabah akan diberikan oleh orang lain.

Perhatikan setiap kata yang keluar  dari mulut anda serta orang yang diajak berbicara. Berilah waktu kepada orang lain untuk mengungkapkan pendapatnya. Gunakan bahasa halus serta tidak menyinggung perasaan orang lain. Usahakan untuk menyatakan keinginan murni tanpa didasari emosi serta benar-benar didasari alasan logis dan dapat diterima orang lain. Tidak perlu bersikap ingin menang sendiri, tetapi berusahalah menawarkan solusi yang lebih baik untuk orang lain.

Sikap tegas dan cepat dalam mengambil keputusan merupakan ciri seorang pekerja yang bermental juara. Anggapan ini merujuk pada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari pembentukan mental juara di dalam diri seorang pekerja sebagai berikut :
1)        Menjadi mandiri atau tidak bergantung pada orang lain ;
2)        Menjadi percaya diri dalam melakukan segala sesuatu ;
3)        Tidak cepat putus asa dan mau kembali mencoba apabila mengalami kegagalan, serta ;
4)        Menjadi pribadi yang terbiasa memecahkan masalah. MENJAGA HARAPAN AGAR TIDAK PUTUS ASA
6:34 PM No comments
Mengasah kompetensi dan keterampilan sehingga menjadi ahli dan profesional
Kemampuan orang satu dengan yang lain tentu berbeda. Namun demikian, orang yang mampu serta mempunyai keterampilan diri sehingga menjadi ahli dan professional dapat dicapai. Caranya ialah menerapkan beberapa langkah berikut.

a.            Mengembangkan keahlian (Expert)
Pendidikan dan pengalaman kerja yang dimiliki akan mampu menciptakan seseorang yang profesional. Keahlian ibarat mata pisau. Jika dibiarkan (tidak diasah) maka ketajamannya akan berkurang. Sebaliknya, apabila semakin diasah maka akan menjadi kian tajam. Anda harus menggali potensi dan kemampuan serta mengembangkannya sampai menjadi ahli.

Fokuslah pada kekuatan, bukan pada kelemahan anda. Lakukan eksplorasi (organisasi sebagai sarana). Sadari setiap diri mempunyai keunikan dan kekhususan. Jadi, anda perlu menginvestasikan waktu untuk mengembangkannya. Hal ini tentu membutuhkan ketekunan, usaha, kerja keras, kemauan yang kuat, serta inisiatif. Tingkatkan pemahaman anda secara kontinu melalui mengikuti seminar, membaca buku, mendengarkan audio, serta berlatih.

b.            Mahir membangun hubungan ( Relationship)
Sebagai makhluk social, anda tentu butuh berintegrasi dengan sesama manusia. Maka, secara otomatis dibutuhkan kemampuan membangun hubungan (bersosialisasi) dengan orang lain. Hal tersebut sekaligus sangat menentukan keberhasilan anda dalam kehidupan.

c.            Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
Tingkat kemampuan berkomunikasi seorang pekerja termasuk salah satu kunci untuk mematangkan keterampilan diri serta meneguhkan profesionalisme kerja. Kemampuan berkomunikasi adalah pengukur sejauh mana dan seberapa dalam daya seorang pekerja dalam menjalin sebuah hubungan. Setiap hubungan pekerjaan atau bisnis professional akan ditentukan pula oleh komunikasi yang baik dan efektif.

d.            Sportif, professional, dan inovatif
Seorang pekerja professional harus memiliki semangat berkompetisi secara sportif, professional, serta hasil karya yang inovatif. Bila perlu, anda sebagai pekerja harus melahirkan sebuah karya inovatif yang terbaik (excellent product). Karya yang dihasilkan akan menjadi medium penilaian terhadap kualitas hidup anda sebagai seorang pekerja professional. Dalam dunia wirausaha, seorang pekerja professional senantiasa berusaha keras menghasilkan karya dengan kualitas tinggi.

e.            Berpenampilan menarik
Sebagaimana telah dibahas blog oto bemo beroda tiga sebelumnya. Berpenampilan menarik (good looking) tidak harus mahal. Cukup dengan berpenampilan sederhana mungkin, anda boleh jadi dapat menarik perhatian orang lain. Berpenampillah menarik bergantung pada bagaimana anda mampu menunnjukkan inner beauty dari dalam diri sebagai seorang pekerja profesional yang bermental juara.

f.             Memiliki kehidupan yang seimbang (balance of life)
Seorang individu tidak berdiri sendiri. Ia memiliki peran yang harus diperhatikan, baik sebagai anak, ayah, ibu, karyawan, ataupun pimpinan. Seorang professional harus mampu mengatur prioritas dan menjalankan berbagai peran. Anda harus dapat menjelaskan setiap fungsi secara benar sesuai dengan peran yang dijalankan. Jangan sampai peran anda tercampur aduk. Ingatlah bahwa hidup ini harus dijaga agar seimbang dalam berbagai aspek.

g.            Memiliki nilai moral yang tinggi (strong value)
Moral yang tinggi berbanding lurus dengan tingkah laku sesuai dengan ajaran luhur agama, nilai, ataupun budaya. Untuk menjadi seorang professional sejati, anda harus memiliki nilai moral yang tinggi. Hal ini yang akan membedakan setiap kinerja, usaha, karya, dan kegiatan yang anda lakukan dengan orang lain. Tidak ada kata kompromi untuk menerapkan nilai-nilai yang tidak etis.

Dengan mengetahui, memahami, serta menerapkan ketujuh langkah tersebut, anda dapat mengasah kompetensi dan keterampilan diri sehingga menjadi ahli dan professional. Selanjutnya, anda akan tampil sebagai pekerja professional yang memiliki integritas tinggi. Sebab, di dalam diri anda telah tertanam mental juara dan berjiwa kesatria. Dengan kata lain, sesuatu yang muncul di permukaan ialah citra positif tentang diri anda.

Ciri-ciri profesionalisme:
1.     Punya ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi.
2.     Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan.
3.     Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya.
4.     Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya.
Tiga Watak Kerja Profesionalisme
1.     Kerja seorang profesional itu beritikad untuk merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi yang digeluti, dan oleh karenanya tidak terlalu mementingkan atau mengharapkan imbalan upah materiil
2.     Kerja seorang profesional itu harus dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas tinggi yang dicapai melalui proses pendidikan dan/atau pelatihan yang panjang, ekslusif dan berat.
3.     Kerja seorang profesional –diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral– harus menundukkan diri pada sebuah mekanisme kontrol berupa kode etik yang dikembangkan dan disepakati bersama di dalam sebuah organisasi profesi.
4.     Menurut Harris [1995] ruang gerak seorang profesional ini akan diatur melalui etika profesi yang distandarkan dalam bentuk kode etik profesi. Pelanggaran terhadap kode etik profesi bisa dalam berbagai bentuk, meskipun dalam praktek yang umum dijumpai akan mencakup dua kasus utama, yaitu:
a. Pelanggaran terhadap perbuatan yang tidak mencerminkan respek terhadap nilai-nilai yang seharusnya dijunjung tinggi oleh profesi itu. Memperdagangkan jasa atau membeda-bedakan pelayanan jasa atas dasar keinginan untuk mendapatkan keuntungan uang yang berkelebihan ataupun kekuasaan merupakan perbuatan yang sering dianggap melanggar kode etik profesi dan.
b. Pelanggaran terhadap perbuatan pelayanan jasa profesi yang kurang mencerminkan kualitas keahlian yang sulit atau kurang dapat dipertanggung-jawabkan menurut standar maupun kriteria profesional. TEGAS DAN CEPAT MENGAMBIL KEPUTUSAN
7:52 PM No comments
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me


Aenean sollicitudin, lorem quis bibendum auctor, nisi elit consequat ipsum, nec sagittis sem nibh id elit. Duis sed odio sit amet nibh vulputate.

Follow Us

Labels

BING (31) GOOGLE (15) YAHOO (21) YANDEX (60)

recent posts

Blog Archive

  • ►  2018 (75)
    • ►  April (7)
    • ►  March (31)
    • ►  February (24)
    • ►  January (13)
  • ▼  2017 (44)
    • ▼  October (1)
      • MEMELIHARA JARINGAN MENINGKATKAN PEFORMA DIRI
    • ►  September (3)
      • LANGKAH MENITI KARIER CEMERLANG ATAU JABATAN YANG ...
      • CARA BERNEGOSIASI DAN MEYAKINKAN ORANG LAIN
      • MENJAGA HARAPAN AGAR TIDAK PUTUS ASA
    • ►  August (9)
      • TEGAS DAN CEPAT MENGAMBIL KEPUTUSAN
      • MENGASAH KOMPETENSI DAN KETRAMPILAN MENJADIKAN SES...
    • ►  July (25)
    • ►  June (6)
  • ►  2009 (2)
    • ►  February (2)
  • ►  2007 (6)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)

Popular Posts

  • MENJAGA INTERGRITAS DIRI DISETIAP SITUASI
    Ada sebuah kisah menarik yang mugkin pernah anda jumpai di lingkungan sekitar. Suatu hari, ada seorang ibu yang membeli makanan ringan di mi...
  • MENGAPA GOSIP DIKANTOR MEMBUNUH PRODUKTIVITAS
    Mengapa Gosip di Kantor Membunuh Produktivitas? Bermula dari satu hal, satu orang ke orang lainnya lambat laun sebuah infomasi terus bertamb...
  • PDAM KOTA DIKUNJUNGI LEGISLATIF
    PDAM Kota Pontianak kedatangan tamu Legislatif Banjarmasin Kamis 25 Oktober 2007, Study Banding DPRD Propinsi Banjaramasin ke PDAM Kota Pont...
  • CARA MEMBENTUK MARKETING DALAM BISNIS BARU
    Pentingnya Membentuk Marketing dalam Bisnis Baru Definisi marketing ialah sebuah tim yang dibentuk secara khusus untuk meningkatkan penjuala...
  • MEMELIHARA JARINGAN MENINGKATKAN PEFORMA DIRI
    Terbuka dan Memelihara Jaringan Memperluas dan Memelihara Personal Network Membuat kesuksesan dalam karier tidak hanya membutuhkan pengalama...
  • SEBELUM TIDUR UPAYAKAN MENDISIPLIKAN DIRI
    Jadikan setiap hari adalah momen kesuksesan anda. Kalimat tersebut sangat penting dijadikan titik tolak pekerjaan yang anda lakukan. Menjadi...
  • SECARA OBYEKTIF ANDA HARUS MEMBUAT PENILAIAN DIRI SENDIRI
    Apabila ingin sukses dan menjadi orang nomor satu di lingkungan pekerjaan, anda harus megetahui terlebih dahulu kapabilitas dan kemampuan di...
  • HALAL BIHALAL PDAM KOTA PONTIANAK
    PDAM Kota Pontianak melaksanakan halal bihalal sabtu tanggal 27 Oktober 2007 dihalaman Surau Almutahhroh kantor PDAM dihadiri seluruh jajara...
  • DELAPAN UNSUR UNSUR PENILAIAN PEKERJAAN
    Anda perlu meningkatkan etos kerja sehingga dapat memiliki mental juara. Berkaitan dengan ini, anda perlu mengetahui ukuran atau standar per...
  • TRAINING LEADERSHIP BISA MENINGKATKAN MOTIVASI KARYAWAN
    Training Leadership bisa Meningkatkan Motivasi Karyawan Menjalankan sebuah bisnis atau perusahaan pasti akan membutuhkan kader-kader pemimpi...

Channels

BING (31) GOOGLE (15) YAHOO (21) YANDEX (60)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates