facebook google twitter tumblr instagram linkedin
Powered by Blogger.

Social

More Links

  • Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download

Rausah Bayar

Berani bertanggung jawab dalam segala situasi
Seorang pekerja professional yang berintegritas sudah seharusnya memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi dalam situasi apapun. Seorang pekerja yang memiliki rasa tanggungjawab berarti memperhatikan hal-hal penting di sekitar lingkungan pekerjaannya. Memiliki rasa tanggungjawab akan membuatnya tampil lebih dewasa sekaligus terhindar dari krisis integritas. Oleh sebab itu, memiliki sikap tanggungjawab termasuk salah satu ciri seorang yang teguh pendirian dan berkomitmen.

Disadari atau tidak, seorang yang takut bertanggungjawab akan tuntutan profesinya kemungkinan besar belum memiliki komitmen terhadap perusahaan tempatnya bekerja. Bertanggungjawab di dalam segala situasi dan kondisi menunjukkan bahwa seseorang berani menanggung resiko atau konsekuensi yang akan terjadi. Rasa tanggungjawab yang dilakukan secara sadar dan berani akan mengantarkan seseorang yang melakukannya menjadi pemimpin bijaksana.

Perlu dipahami oleh setiap pekerja bahwa lari dari tanggungjawab merupakan sikap kekanak-kanakan dan dapat menjatuhkan identitas yang telah dibangun. Seorang pekerja professional harus senantiasa siap sedia menghadapi segala keadaan. Bagi seseorang yang berani bertanggungjawab, ia akan menghadapi kenyataan yang ada dengan tenang tanpa sedikitpun menjadikannya sebagai beban.

Seseorang yang melarikan diri dari tanggungjawab dapat disamakan dengan pengecut atau pecundang. Artinya, orang tersebut hanya siap sedia dalam situasi zona aman. Padahal, jika seorang pekerja telah teguh pendirian dengan satu prinsip yang dapat menopang integritas, ia akan maju menghadapi segala tantangan. Sebaliknya, bilamana seorang pekerja lari dari tanggungjawab, ia selamanya akan menjadi pengecut bagi dirinya sendiri. Sebab, ia telah memilih untuk membatasi ruang geraknya sendiri.

Seorang pekerja bermental pengecut pada hakikatnya tidak bertanggungjawab terhadap tugas dan kewajibannya. Ia sama sekali tidak memiliki keberanian. Sebab, seseorang yang bersikap berani berbuat berarti siap mempertanggungjawabkan perbuatannya. Hal tersebut merupakan sikap sejati seorang kesatria sekaligus pekerja bermental juara. Seseorang yang bermental juara dan kesatria tentu saja memiliki etos kerja tinggi.

Anda harus mulai belajar bertanggungjawab atas berbagai hal, setidaknya terhadap diri sendiri, misalnya sebagai karyawan atau pekerja. Sebab, patut anda ketahui bahwa berkembangnya rasa tanggungjawab di dalam diri akan menanamkan jiwa yang penuh dengan inisiatif dan inspirasi.

Sebaliknya, di dalam diri anda akan muncul perasaan bersalah dan cemas akibat kurang memiliki rasa tanggungjawab serta tidak diberi kesempatan untuk mandiri. Pengalaman dari lingkungan akan menjadikan anda memiliki rasa percaya terhadap dunia, hidup mandiri, penuh inisiatif, serta siap meghadapi situasi dan kondisi apapun. Hal-hal inilah yang merupakan esensi mental juara, sikap kesatria, serta karakter pemberani dalam mengambil sebuah tanggungjawab.

Seseorang yang memiliki mental juara, sikap kesatria, serta berani bertanggungjawab tidak akan pernah mundur, entah dalam menghadapi situasi apapun ataupun berhadapan dengan siapapun. Hal tersebut bisa terjadi melalui proses yang cukup panjang serta membutuhkan beberapa hal lain, seperti pikiran dan sikap positif. Berkat pikiran dan sikap positif inilah etos kerja seseorang bisa menjadi semakin baik. Etos kerja yang tinggi dan baik niscaya lebih mudah lahir di dalam diri seorang pekerja bermental juara dan berani bertanggungjawab dalam menghadapi beragam situasi dan kondisi.

Lantas bagaimana mulai melatih rasa tanggungjawab tersebut di dalam diri anda ? caranya sangat mudah saja, caranya yaitu ciptakan pikiran positif anda terlebih dahulu. Katakana bahwa anda bisa dan sanggup melakukan apapun serta menaklukan situasi dan kondisi sulit sekalipun. Walaupun tengah meghadapi suatu pekerjaanyang sangat sulit, jangan pernah anda mengatakan tidak mampu menyelesaikan taggungjawab tersebut. Sebaliknya, hal yang anda lakukan ialah meyakinkan diri sendiri bahwa pekerjaan hal yang sulit tersebut dapat anda tangani dengan penuh tanggungjawab.

Dalam menunaikan tanggungjawab, anda tidak boleh merasa ragu atau bahkan takut gagal. Anda harus mampu menyakinkan diri mampu menyelesaikan setiap tanggungjawab yang dibebankan. Namun demikian, hal itu bukan berarti anda tidak boleh meminta bantuan kepada rekan-rekan kerja yang lebih memahami. Anda dapat meminta bantuan mereka dengan kesadaran dan penerimaan bahwa anda kurang menguasai tugas yang saat ini tengah dihadapi.

Ketika berani mengambil tanggungjawab yang sebenarnya sukar untuk dituntaskan, anda sudah berhasil mewujudkan mental juara di dalam diri. Dengan demikian, anda telah memiliki etos kerja yang tinggi. Mental juara ang ditopang dengan etos kerja tinggi tentu saja akan meningkatkan kreativitas dan produktifitas anda dalam bekerja. Maka, anda berhak mendapatkan jalan terbaik untuk mencapai impian dan cita-cita yang berhubungan dengan karier. BACA : Cara-mengasah-potensi
4:02 AM No comments
Tidak cepat puas serta terus berusaha menjadi yang terbaik
Menjadi seorang pekerja profesional yang bermental juara tidak dinilai dari seberapa banyak ia memenangkan kompetisi, melainkan bagaimana integritas dirinya dalam bekerja. Integritas diri seorang pekerja yang bermental juara ialah mampu menetapkan tujuan dan visi kerja setinggi mungkin serta sanggup menunjukkan etos kerja tinggi. Dalam hal ini, etok kerja tinggi seorang pekerja yang bermental juara ditunjukkan dengan adanya sikap tidak cepat berpuas diri dan senantiasa ingin menjadi yang terbaik. Itulah integritas tingi yang harus anda miliki sebagai pekerja profesional.

Sikap seorang pekerja yang tidak cepat berpuas diri adalah cerminan dari ketangguhan menjalankan pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya. Sikap selalu ingin menjadi yang terbaik di lingkungan pekerjaan adalah ciri pekerja setia dan mencintai profesinya. Kedua sikap tersebut merupakan langkah terbaik untuk dilakukan seorang pekerja bermental juara  dengan etos kerja tinggi. Bagaimanapun juga, setiap langkah dalam menjalani suatu profesi merupakan tahap pencapaian tujuan.

Semua itu tidak lain termasuk perjuangan yang harus dilalui seorang pekerja untuk mencapai cita-cita. Sebab, pada prinsipnya, semakin tinggi gunung yang didaki maka kian besar pula rintangan yang harus dilalui. Jika berhenti pada suatu titik di mana anda merasa nyaman atau bahkan lelah maka pengorbanan yang telah dilakukan hanya akan berakhir sia-sia. Jadi, hal yang perlu anda perhatikan selama proses menjalani profesi dalam rangka meniti karier adalah kehati-hatian dan kesungguhan melangkah tanpa diiringi keraguan sedikitpun.

Selanjutnya, perhatikan beberapa tips mudah bagi anda agar tidak cepat berpuas diri dan terus berupaya menjadi yang terbaik ;

Pertama, anda harus bisa membuat manajeman diri yang baik di dalam diri. 

Kedua, anda harus mengatur strategi  (main strategy) dalam menjalankan profesi dan pekerjaan anda. 

Di samping itu, anda juga harus bisa bekerja dengan cerdik, cerdas, dan tangkas. Ketiga, anda harus berani dan siap untuk berkompetisi. Persaingan dalam lingkungan pekerjaan merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Sebab, setiap orang ingin bertambah baik dan lebih sukses disbanding hari ini. Jadi, anda harus siap mempersiapkan diri untuk terlibat dalam kompetisi positif tersebut.

Berkaitan dengan membuat manajemen diri agar anda tidak cepat puas dan terus berusaha menjadi lebih baik, hal yang harus dilakukan ialah mengerjakan porsi kerja secara maksimal. Di sini, anda harus mengerjakan tanggungjawab yang dibebankan sesuai posisi anda sebesar 150 %. Artinya, 50 % adalah tugas anda sedangkan yang 100% menjadi tanggung jawab bawahan anda. Maksudnya, jika sewaktu-waktu atasan berhalangan, anda bisa membantu tugasnya secara benar. Inilah kesempatan anda diuji oelh perusahaan. Jika mampu melakukan dengan benar maka berita bagus akan selalu bersama anda.

Selanjutnya, anda harus bekerja secara cerdik, pintar, serta mampu mengatur strategi (main strategy). Anda sebisa mungkin tidak selalu memilih-milih pekerjaan yang dibebankan pada saat itu. Jika menerima hal baru maka jalani saja sebagai sebuah ujian diri atau tantangan menarik. Coba lirik dan amati pekerjaan atasan anda. Bila perlu, anda dapat mempelajari dan melakukan pekerjaan itu bersama atasan, tentunya setelah meminta izin terlebih dahulu. Anda juga dapat mencoba belajar mengerjakan pekerjaan atasan serta berupaya menyenanginya. Hal ini sangat penting artinya bagi perkembangan karier anda.

Inilah pentingnya mengatur strategi dan cerdas dalam menjalani kerjaan. Ketika memanfaatkan posisi dengan baik, anda tentu tidak akan cepat berpuas diri dengan kedudukan dan mungkin gaji yang saat ini dimiliki. Anda akan terus merasa penasaran, ingin mencoba tantangan baru, hal yang lebih baik, serta terus memapah diri untuk menjadi yang terbaik.

Manakala kedua langkah tersebut telah dijalankan, anda akan berhadapan degan kompetisi atau persaingan di antara rekan-rekan kerja. Pada saat itulah anda harus berani berkompetisi dengan mereka. Anda tidak boleh ragu sedikitpun. Yakinkan diri bahwa anda sanggup dan mampu bersaingan dengan mereka. Persaingan atau kompetisi yang positif juga akan memacu kreativitas dan produktivitas dalam membantu meningkatkan integritas anda di lingkungan pekerjaan. BACA : Seorang-Pekerja-Profesional
3:48 AM No comments
Menjaga mental agar tetap stabil
Pada dasarnya, mental sama dengan pikiran. Dalam hal ini, pikiran bisa dibelokkan atau diarahkan. Hal ini disebabkan setiap orang mempunyai kemampuan untuk mengarahkannya. Anda tentu sering mendengar ungkapan, “ dimana ada kemauan, di situ ada jalan”. Apabila ungkapan tersebut dicerna dengan baik, ada pelajaran yang dapat dipetik, yaitu kolaborasi antara keinginan dengan keyakinan. Kedua hal tersebut sama-sama bersumber dari pikiran. Jka kemauan dan keyakinan telah tertanam dengan baik serta diakui keberadaannya maka pengarahan melalui pikiran yang merupakan sentral utama dari keduanya harus dimanfaatkan secara maksimal.

Adapun mental yang stabil memiliki ciri-ciri meliputi pola pikir, sikap, dan tindakan yang positif, kreatif, inovatif, ulet, sabar, tabah, serta memiliki keterbukaan untuk melakukan relasi positif dengan pihak lain atas dasar kepercayaan. Percaya kepada orang lain itu mudah. Akan tetapi, jauh lebih mudah untuk menghancurkannya. Adapun hal yang sulit dilakukan ialah membinanya.

Untuk dapat menjaga mental agar tetap stabil, hal yang perlu dilakukan ialah menghilangkan segala macam kekhawatiran, ketakutan, kekecewaan, rasa dengki, dan sejenisnya. Hal-hal tersebut secara langsung turut andil dalam mempengaruhi jalan pikiran. Semua itu adalah penghalang yang tedapat di dalam jiwa dan berjalan cepat. Jika tidak diatasi dengan baik, penghalang yang halus dan tidak kasat mata dapat membunuh sel-sel keberanian. Satu-satunya usaha untuk menghilangkannya ialah melalui fondasi diri yang kuat.

Perjuangan dalam bekerja tidak hanya dilakukan secara fisik. Akan tetapi, hal itu harus dilakukan secara seimbang antara fisik dan psikis. Sebab, keduanya dilibatkan dalam menjalankan tanggung jawab sebagai pekerja. Jika muncul keberanian dalam memerangi kekhawatiran atau ketakukan maka kekuatan di dalam diri seseorang akan bertambah. Kekuatan yang sifatnya tersembunyi yang akan memberikan jalan lurus untuk menuju akhir (tujuan) yang diharapkan.

Inilah pondasi awal yang harus dibangun dalam mengawali karier di dunia kerja. Dari mental ini pula tercipta pertahanan serta keteguhan dalam memperkuat usaha yang telah ada. Upaya lebih jauh lagi dalam memerangi ketakutan atau kekhawatiran ialah menggunakan kesadaran nyata dan penuh. Hal tersebut dapat menyiasati serta membuang jauh-jauh semua perasaan tersebut. Rasa takut atau khawatir akan menciptakan hantu-hantu yang bergentayangan di dalam pikiran bawah sadar. Selain itu, sikap pesimis dan rasa was-was terhadap sesuatu yang akan atau belum terjadi hanya akan mengacaukan ketenangan hidup.

Karena merasa takut, seseorang akan menarik diri dari berinteraksi dengan orang lain. Hal itu sekaligus mengurangi kecepatan dalam bertindak. Kekecewaan yang terus menghantui perasaan atau pikiran membuat seseorang terjebak di dalam dunianya sendiri.  Ide kreatif, kreativitas, daya cipta dan sebagainya tidak akan mampu dipaparkan dengan baik jika penghalang ketakutan atau kekhawatiran dibiarkan terus ada didalam pikiran. Belum lagi ditambah sifat dengki, iri, serta tamak yang keberadaanya dapat menghilangkan nilai-nilai positif dari kepribadian diri dan berujung hilangnya persahabatan. Semua itu merupakan gambaran dari usaha-usaha seseorang yang sia-sia. Langkah maju yang diharapkan berbanding terbalik menjadi mundur. Tentu saja hal ini bukanlah harapan dari setiap orang.

Adapun langkah-langkah untuk menjaga agar mental tetap stabil dapat disimak dalam uraian berikut ini :

a. Menghargai dan menerima diri sendiri
Setiap individu itu pasti berbeda. Namun, satu hal yang sama ialah tidak ada individu yang sempurna. Jadi, anda hendaknya mengenali dan menerima kelemahan diri sendiri. Hargai diri sendiri dan manfaatkan setiap kelebihan yang dimiliki. Bersikaplah lebih realistis terhadap hal-hal yang masih ingin diubah di dalam diri. Jika hal tersebut dapat diubah, cobalah untuk melakukannya secara perlahan. Buatlah kelemahan itu tidak menguasai, tetapi menjadi kelebihan yang mendominasi.

b. Menjaga hubungan baik
Relasi kerja, teman baik, kerabat, dan tentu saja keluarga adalah tempat untuk saling berbagi, baik suka maupun duka. Jadi, anda tidak perlu berjuang sedirian saat tengah menghadapi suatu masalah. Hubungan dengan keluarga dan teman yang berjalan baik dapat membantu mengatasi tekanan hidup. Sebab, mereka dapat memberikan masukkan sekaligus membuat anda merasa diperhatikan. Tetaplah menjaga hubungan baik dengan selalu bertukar kabar lewat telepon, pesan singkat, atau bahkan menyempatkan bertemu.

c. Aktif dalam kegiatan
Dengan aktif dalam berbagai kegiatan, anda akan dituntut bertemu dengan orang lain. Pertemuan dengan bnyak orang dan bergabung dengan dalam kegiatan baru dapat membantu anda untuk merasa lebih baik. Ikut dalam kegiatan yang bertujuan membantu orang lain juga dapat membuat anda merasa dibutuhkan sekaligus menjadi semakin berharga. Hal ini secara otomatis meningkatkan kepecayaan diri anda. Aktivitas seperti ini juga membantu anda melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda.

d. Bercerita kepada orang lain
Menceritakan suatu maslah kepada orang lain bukan menandakan suatu kelemahan, melainkan bagian dari usaha menjaga kesejatan mental. Didengar oleh orang lain dapat membuat anda merasa didukung dan tidak sendirian. Namun demikian, tidak sembarangan orang dapat begitu saja anda jadikan tempat berkeluh kesah. Pastikan anda hanya memilih teman dekat atau orang yang dapat dipercaya serta enak diajak mengobrol.

e. Aktif bergerak
Cara ini ialah melakukan suatu latihan pada badan yang dipercaya dapat mengeluarkan senyawa kimiawi di dalam otak sehingga membuat anda merasa lebih baik. Aktif bergerak pada umumnya dimaknai sebagai olah raga atau olah tubuh. Biasanya, orang- orang berolah raga di pagi hari walaupun ada juga yang melakukannya di sore hari. Setiap orang yang melakukan aktivitas tersebut menyakini bahwa olah raga secara teratur akan mendatangkan pikiran dan perasaan yang lebih ringan. Ketika pikiran dan perasaan ringan maka segala hal di lingkungannya akan tampak menjadi lebih positif. Artinya, olah raga bisa mejadikan tubuh, pikiran, dan perasaan lebih positif. Selain itu, olah raga teratur bisa menjaga stabilitas konsentrasi lebih tahan lama.

f. Beristirahat secukupnya
Pekerjaan yang bertumpuk-tumpuk dapat membuat pikiran dan perasaan tertekan. Oleh sebab itu, anda hendaknya meluangkan waktu meskipun sebentar untuk jeda, beristirahat, dan bersantai. Dalam hal ini, rasakan kondisi tubuh anda sendiri. Ketika menyadari energy telah terkuras, kelelahan akan membuat badan anda kaku dan payah. Oleh sebab itu, anda perlu beristirahat atau melakukan hal-hal ringan dan santai. Hal tersebut akan membuat badan secara perlahan kembali lentur sehingga kepayahan pun sirna.

g. Mengonsumsi makanan dan minuman sehat
Terapkan pola makan sehat lima sempurna dalam kehidupan sehari-hari. Jahui alcohol, rokok, serta makanan dan minuman yang sifatnya membahayakan diri sendiri. Dengan demikian, fisik dan mental anda senantiasa prima sehingga kerja akan lebih terarah dan hasilnya pun lebih optimal.

Demikianlah uraian mengenai tujuh langkah untuk membuat mental tetap stabil. Sekarang, anda tinggal menerapkannya di dalam lingkungan kerja. Praktekkan langkah-langkah tersebut dengan penuh kesadaran dan penerimaan.setiap langkah tersebut bermanfaat dapat membuat anda lebih kreatif di tempat kerja. Kreativitas dan produktivitas anda akan melahirkan inisiatif yang baik. Sehingga anda menetapkan tujuan dan visi di masa mendatang. Hal ini pun akan membantu anda untuk menjadi pekerja yang bermental juara. BACA: Seorang-Pekerja-Profesional
5:56 AM No comments
Memiliki Komitmen Kerja Yang Kuat
Seorang pekerja harus memiliki kemampuan memahami bisnis dengan baik sehingga ia mampu membuat komitmen yang lebih tinggi daripada orang lain. Komitmen adalah suatu janji pada diri sendiri ataupun orang lain yang tercermin dalam sebuah tindakan. Seseorang yang berkomitmen pasti dapat menepati dan mempertahankan janji itu sampai akhir.

Komitmen tinggi merupakan totalitas seorang pekerja dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan kapadanya. Seorang pekerja yang bekerja dengan penuh komitmen akan mengerahkan seluruh pikiran dan tenaganya dalam mnyelesaikan setiap tugas hingga tuntas. Tingi rendahnya komitmen yang dimiliki seseorang pekerja akan mempengaruhi hasil dari pekerjaannya. Jadi, hasil maksimal atau mengecewakan dalam suatu pekerjaan bergantung apakah seseorang focus atau tidak dalam bekerja. Focus dan totalitas merupakan inti dari komitmen seoarang pekerja professional.

Dalam merealisasikan komitmen tinggi seorang pekerja harus rela bekorban demi mempertahankan ketaatan dan kepatuhan yang didasarkan atas janji-janji terhadap diri sendiri dan tertanam di dalam pikiran banyak orang yang gagal dalam berkomitmen. Factor pemicu kegagalan tersebut, mulai dari goyahnya keyakinan, gaya hidup yang tidak benar, pengaruh lingkungan, hingga ketidakmampuan mengatasi berbagai masalah kehidupan. Gagal dalam berkomitmen juga menunjukkan lemahnya integritas diri.

Seorang pekerja yang memiliki komitmen tinggi pun belum sepenuhnya mampu menghasilkan kinerja maksimal. Sebab, masing-masing pekerja tentu masih memiliki naluri kemanusiaan, yakni mudah tergiur dengan hal-hal di luar dirinya. Ketiaka seorang pekerja masih cendrung reaksioner terhadap gejala yang timbul di sekelilingnya, biasa jadi dalam menjalankan pekerjaan ia akan mengalami pecah focus.  Maka, sangat penting pula seorang pekerja memiliki kemampuan pengendalian diri secara total.

Guna menjadikan diri lebih terkendali dalam dunia kerja, seoarang pekerja dapat berupaya menjadi pribadi yang sabar, ulet, disiplin, serta menumbuhkan semangat kerja sama dengan tim. Kesabaran seorang pekerja akan menuntun dirinya lebih cermat dan teliti dalam  menyelesaikan kewajiban berupa pekerjaan. Selain itu, dengan menjadi diri yang sabar atau tabah, seorang pekerja tidak akan mudah mengeluh setiap menghadapi persoalan. 

Keuletan, artinya sikap tangguh, kuat, serta tidak mudah putus asa. Keuletan merupakan jalan terang untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Seorang pekerja tangguh yang memiliki keuletan berjuang senantiasa tidak mengenal lelah dan pantang menyerah. Namun, keulatan di sini bukan berarti memaksakan agar memiliki kemampuan, melainkan mengolah, mengasah, serta memanfaatkan kemampuan diri dan potensi lingkungan yang ada untuk merealisasikan visi.

Selanjutnya, disiplin berarti ketaatan terhadap aturan. Dengan sikap disiplin akan terlahir mental yang kuat dan tidak mudah menyerah. Seorang pekerja tangguh tidak akan menyia-nyiakan aturan yang ada, baik itu tertulis ataupun tidak tertulis, tetapi telah mengakar kuat dilingkungan kerja tersebut. Sikap taat terhadap aturan berarti menghormati diri sendiri. Jika seorang pekerja sudah melakukan hal itu maka secara tidak langsung orang lain akan memberikan penghormatan kepadanya.

Selanjutnya, kerja sama akan melahirkan kekuatan pribadi yang akan menolong seseorang untuk mawas diri dan berusaha berbuat lebih baik. Fungsi lain dari kerja sama ialah memperbanyak teman, bersikap murah hati, serta melatih banyak tersenyum. Dengan hal sepele berupa senyum, kerja sama akan tercipta. Dalam hal ini, kerja sama yang baik akan menciptakan lingkungan kerja nyaman, baik bagi diri sendiri maupun rekan kerja.

Bayangkan jika anda berada di bawah satu atap, tetapi ada permusuhan yang membuat suasana tempat kerja seperti neraka. Hal seperti ini pasti diharapkan tidak pernah terjadi. Sering kali kegagalan anda dalam melaksanakan komitmen terkait erat dengan integritas diri. Maka, langkah pasti dalam menyiasati hal tersebut ialah mempertajam kepekaan terhadap lingkungan. Selain itu, anda juga perlu memperhatikan factor-faktor penunjang kokohnya komitmen.

Adapun factor-faktor yang mendukung komitmen seorang pekerja semakin kokoh dijelaskan dalam uraian berikut ini ;

a. Konsisten, tegas dan adil
Seorang pekerja tangguh harus memiliki karisma karena akan memperlihatkan kinerjanya yang konsisten, teguh pendirian, serta tidak mudah terpengaruh. Adil (fair) artinya bisa menerima perbedaan, yaitu kelebihan dan kekurangan orang lain. Ia juga senantiasa memperbaiki kekurangan diri sendiri sehingga tidak sibuk hanya menilai orang lain. Selain itu, pekerja tangguh harus tegas sehingga menampakkkan kewibawaan dalam berintegrasi dengan orang lain, baik itu partner kerja maupun rekan bisnis.

b. Cerminan 
Artinya,seorang pekerja tangguh menjadi suri teladan bagi masyarakat di lingkungannya. Pekerja tangguh harus memiliki sikap bijaksana serta mau menerima saran dan kritik dari orang lain. Meskipun saran dan kritik tersebut bernuansa pahit, demi kebaikan bersama dan diri sendiri maka ia menerimanya dengan ikhlas. Bahkan, ia menjadikannya sebagai bahan intropeksi untuk kebaikkan.

c. Berkonsentrasi kepada manusia
Pekerja tangguh harus memperhatikan masalah, keinginan, dan perkembangan yang terjadi. Hal ini penting agar tercipta suasana kerja yang menyenangkan bagi pekerja lain. Dengan demikian, mereka turut bergairah dalam bekerja.

Dari ketiga hal yang dapat menopang komitmen sebagai pekerja, anda bisa membuat tujuan dan visi kerja yang tinggi. Sebab, melalui ketiga komponen tersebut, anda akan menjadi lebih siap dan percaya diri dalam melakukan pekerjaan. Dengan demikian, anda bisa menentukan prioritas untuk menyelesaikan setiap tugas. BACA : Menjaga-mental-agar-tetap-stabil
5:12 AM No comments
Sejumlah jenderal aktif di kesatuan TNI dan Kepolisian RI dikabarkan akan mengikuti Pilkada Serentak 2018. Setidaknya ada lima jenderal yang sudah siap berlaga di ajang lima tahunan tersebut.

Berkaitan dengan hal tersebut, pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Siti Zuhro, mengatakan majunya para jenderal aktif itu merupakan fenomena baru di Indonesia. Sebab, menurut dia, selama ini yang maju dalam Pilkada merupakan para jenderal yang sudah pensiun.

“Saat ini partai gagal melakukan kaderisasi, maka menunjuk jenderal aktif yang punya jiwa kepemimpinan dan jaringan.” 
Fenomena tersebut mengkhawatirkan. Sebab, dikhawatirkan terjadi kecurangan dalam pilkada akan lebih merajalela dengan fenomena tersebut. Misalnya munculnya penekanan di daerah-daerah untuk memilih calon tertentu atau tidak dilanjutkannya sengketa pemilihan dari Badan Pengawas Pemilihan Umum oleh Polri.

Semua itu, bisa terjadi karena berpihaknya Polri dan TNI untuk memenangkan bekas prajuritnya dalam Pilkada. “Orientasi partai saat ini hanya kemenangan dan keuntungan saja. Ditambah memegang Polri dan TNI, maka akan lebih marak terjadi politik transaksional,” kata Siti.

Direktur Lembaga Monitor Indonesia Ali Rif’an mengatakan kondisi politik saat ini berbeda dengan kondisi di zaman orde baru.
Saat ini perwira tinggi dari TNI maupun Polri yang ikut dalam kacah perpolitikan memiliki potensi yang sama dengan sipil.
“Gigi politiknya tidak seperti zaman orde baru. Orde baru perwira maju, sudah selesai semua, sekarang biasa saja, kalau dilihat secara umum.” 

Beberapa jenderal yang dikabarkan akan maju dalam Pilkada Serentak  2018 antara lain Kepala Korps Brimob Polri, Inspektur Jenderal Murad Ismail di Pilkada Provinsi Maluku, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, Inspektur Jenderal Safaruddin, yang akan maju sebagai Calon Gubernur Kalimantan Timur, Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, Inspektur Jenderal Anton Charliyan untuk pemilihan Gubernur Jawa Barat, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw, yang akan maju dalam pemilihan Gubernur Papua, dan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat TNI, Letnan Jenderal Edy Rahmayadi, yang akan ikut dalam pemilihan Gubernur Sumatera Utara.

Kepala Kepolisian Jenderal Tito Karnavian meminta jenderal yang ikut dalam pilkada untuk segera mengundurkan diri lebih awal sebelum penetapan pasangan calon. “Supaya tidak terjadi konflik kepentingan.” Sumber media net.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga menjamin TNI netral meski ada jenderal yang maju. “Netralitas TNI di atas segalanya.” Sumber media net.

Seperti yang kita sama-sama ketahui beberapa bulan belakangan ini, kampanye pemilihan gubernur sedang marak-maraknya dilakukan. Setiap calon gubernur beserta partai politiknya masing-masing mempunyai cara sendiri untuk "mempromosikan" diri agar kelak dipilih oleh rakyat.

Gubernur adalah pemimpin rakyat dan mengatur segala hal berkaitan dengan daerah yang dipimpinnya. Karenanya sebagai rakyat Anda perlu dengan cermat dan objektif memilih pemimpin yang dapat membawa rakyat daerah ke arah yang lebih baik. Namun mencari dan menemukan sosok gubernur 'idaman' bukanlah perkara mudah. Segala macam kampanye, promosi, rencana atau janji-janji dari calon gubernur tidak bisa jadi jaminan calon gubernur tersebut layak dan pantas menjadi pemimpin impian rakyat.

Banyak calon pemimpin yang senang mengumbar janji-janji manis untuk mendapat simpati rakyat, namun seringkali setelah terpilih mereka segera melupakan janji tersebut. Meskipun tidak semua tentu demikian. Oleh sebab itu, sebagai rakyat kita harus pandai, cermat dan bijaksana agar kita tidak salah dalam memilih pemimpin kita.

Setiap orang pasti memiliki kriteria calon gubernur idamannya masing-masing. Bagaimana dengan Anda? Seperti apa sosok gubernur pilihan Anda?

"Yang pasti, ia harus bisa mencintai dan dicintai rakyat. Caranya, ya harus dapat mencuri hati rakyat. Tidak cuma itu, pemimpin tersebut harus benar-benar memedulikan kesejahteraan rakyatnya. Ada beberapa aspek yang harus dimiliki calon gubernur agar dicintai rakyatnya, yang pertama dia harus beriman, tidak memandang keyakinan dan agama yang dianutnya dalam memimpin masyarakat yang penuh keberagaman. Ia juga harus merakyat, artinya meski seorang pemimpin, dia tidak malu dan mudah berbaur dengan rakyat, peduli apa yang dialami oleh rakyat, sederhana meskipun berkelimpahan, tegas namun tetap berhati nurani. Yang terakhir, seorang pemimpin yang jujur dan tentunya akan jauh dari korupsi. Berusaha berkata apa adanya tidak melebih-lebihkan. Mungkin itulah tiga kriteria gubernur impian saya." 

"Gubernur impian rakyat adalah orang yang konsisten terhadap janji kampanye dan praktik kerjanya. Ia dapat mengedepankan kepentingan dan kesejahteraan rakyatnya di atas segalanya. Pemimpin yang baik harus mau menerima segala masukan, kritikan bahkan keluhan-keluhan rakyatnya. Dibutuhkan sosok pemimpin yang dapat membebaskan rakyat dari kemiskinan, kebodohan, kejahatan dan kehidupan yang tidak layak. Tidak perlu banyak iming-iming kosong, kita hanya perlu bukti. Seorang pemimpin harus bisa mempertanggung jawabkan segala perkataannya." 

"Saya mengharapkan agar kelak pemimpin atau gubernur kita adalah sosok yang berakhlak budi pekerti, tegas, jujur terhadap rakyat. Ia juga harus menjadi pribadi jujur terhadap dirinya sendiri, negara dan rakyatnya. Sosok yang berani mengambil keputusan dan bertindak, berani menerima konsekuensi segala perbuatannya, adil, cerdas, berpengetahuan luas, sederhana, terbuka, memiliki kepribadian yang menyenangkan, humoris namun tetap pada batasnya, bijaksana, mempunyai program kerja yang dapat mengubah keadaan rakyat dan lingkungan menjadi baik dan terarah. Terakhir, ia juga memiliki visi memajukan negara dan daerah yang dipimpinnya". 

Itulah kriteria sosok Gebernur pilihan mereka. Bagaimanakah dengan Anda?...Sumber Media Net. BACA : Menjaga-mental-agar-tetap-stabil
5:41 AM No comments
“Vox Populi Vox Dei.” Suara Rakyat adalah Suara Tuhan, suatu pernyataan yang cukup populer di masa pencerahan (renaesance), ketika rakyat mulai berani menggugat hegemoni penguasa absolut. Pada saat itu, slogan perlawanan ini memang cukup mengena. Sebab yang dihadapi adalah penguasa otoriter yang menyamakan dirinya dengan Tuhan, atau merasa mendapat hak istimewa dari Tuhan untuk menguasai segenap aspek kehidupan manusia.

Dalam perkembangannya, semboyan tersebut, menjadi pupuk perangsang tumbuhnya ide-ide demokrasi atau paham kedaulatan rakyat. Dewasa ini, kalimat dengan empat kata itu, juga masih kerap terdengar nyaring. Maklum, hingga saat ini, demokrasi masih dianggap konsep terbaik penyelenggaraan kekuasaan negara, dan hampir sebagian besar negara di dunia menyatakan dirinya sebagai negara demokrasi.

Rakyat sebagai pemilik kedaulatan pun naik daun. Aspirasi dan keinginan rakyat menjadi amat bertuah, sehingga jadi obyek buruan para pihak yang berambisi menguasai negara. Dengan dalih “vox populi vox dei,” suara rakyat pun disakralkan karena ia dipahami seakan-akan identik dengan firman Allah. Apalagi ditilik dari perspektif teologis, rakyat dalam terminologi politik merupakan kumpulan manusia, dan makhluk yang disebut manusia senantiasa berada pada kedudukan yang mulia karena diciptakan berdasarkan Citra Allah (Imago Dei) atau pengemban amanat Allah di muka bumi (Khalifatullah).

Berbagai deviasi dan distorsi makna kedaulatan rakyat pun muncul karena pada tataran praksis apa yang disebut “suara rakyat,” ternyata tidak lahir karena tuntunan akal sehat, ketulusan hati, kemurnian nurani, serta pertanggungjawaban kepada Sang Illahi, tapi karena gelimang selingkuh politik uang, kekerasan intimidasi, kelihaian pembohongan, atau nafsu memangsa manusia lain atas dorongan naluri “homo homini lupus.” Mencari makna hakiki vox populi vox dei dalam ruang realitas kehidupan cenderung semakin sulit karena dalam konteks kekuasaan negara ia hanya tercermin dalam bentuk tumpukan angka yang kemudian diperhadapkan dalam konfigurasi mayoritas dan minoritas.

Lantas, jika “suara mayoritas” dikukuhkan menjadi “vox dei,” lalu suara minoritas suara siapa ?. Demikian pertanyaan menggumpal dalam benak awam yang selalu dituntut agar setia kepada rumus-rumus matematika demokrasi. Pada titik inilah, alur logika kerap menemui tonggak kebuntuan, sehingga fokus pertanyaan kembali pada titik awal yakni, hakekat dari makhluk yang disebut “rakyat” itu sendiri.

Bila berpangkal tolak pada terminologi politik bahwa rakyat adalah kumpulan manusia, maka tentu arah sorotan pun pada akhirnya tertuju kepada manusia. Dengan kata lain, apakah jatidiri manusia sebagai imago dei adalah identifikasi yang bersifat permanen, atau sewaktu-waktu dapat berubah menjadi sosok kebalikannya.
Perdebatan panjang tentu tak terhindarkan karena dengan pendekatan biologis saja, pasti sulit membongkar anatomi kesejatian manusia yang penuh misteri. Karena itu –setelah melewati pergumulan pikiran yang intens– berbagai pakar akhirnya menyimpulkan bahwa: Manusia adalah makhluk tiga dimensi. Ia terdiri dari dimensi jasmani, atau disebut fisik, atau ragawi dimensi jiwa atau spirit atau rohani, dan terakhir yang menjadi inti kesejatian manusia adalah dimensi nurani, yang sejatinya adalah tempat bersemayam “Roh Allah” atau “Nur Illahi (Terang Allah).”

Eksistensi manusia sebagai makhluk tridimensi, sebenarnya dengan jelas dan gamblang dijelaskan dalam Al-Kitab. Bahkan dalam Roma 8 ayat 1-30, ditegaskan keharusan bagi manusia memelihara kesejatian dirinya sebagai imago dei yang hidup dalam tuntutan “Terang Allah” atau “Roh Penghibur.”

Pemahaman akan makna hakiki manusia dalam tiga dimensi tersebut tentu perlu, agar manusia dalam kehidupannya selalu sadar akan keberadaannya sebagai “Bait Allah” yang harus dijaga kesuciannya. Selain itu, dengan kesadaran itu pula manusia niscaya dapat memahami akar dari berbagai penyebab distorsi, dan deviasi dalam kehidupan keseharian.

Bila manusia dalam dimensi jasmani kerap terganggu kesehatannya karena cacat jasmani atau karena mengidap sakit jasmani, maka manusia dalam dimensi rohani dan nurani pun bisa mengalami hal yang sama. Cacat atau sakit rohani dan nurani inilah yang kerap mewabah di luar kesadaran manusia itu sendiri. Bahkan dapat berjangkit secara kolektif pada satu komunitas masyarakat dan bangsa.

Boleh jadi karena sakit rohani dan nurani itulah, terjadi anomali dalam formulasi dari “suara rakyat, suara Tuhan,” sehingga hasil yang diperoleh justru kebalikannya. Sebagai bangsa, Indonesia bukan sekali dua kali mengalami hal ini. Adalah kenyataan, sudah beberapa kali Indonesia menyelenggarakan Pemilihan Umum untuk memberikan tempat terhormat bagi “suara rakyat (karena dianggap identik dengan “suara Tuhan”),” namun setiap kali itu pula yang muncul dipermukaan justru para koruptor, pelanggar hak asasi manusia, pencoleng uang rakyat, dan sebagainya.

Dalam keadaan seperti ini, maka makna “vox populi vox dei” layak untuk dipertanyakan. Mungkin saja, slogan yang terdengar amat mulia ini tinggal pepesan kosong, karena rakyat yang didengar suaranya itu lebih dalam jumlah dominan adalah mereka yang mengidap cacat rohani dan kekelaman nurani. Dan jika demikian halnya, maka satu-satunya cara pemulihannya adalah kembali ke jalan Allah, agar Roh Kudus, Terang Dunia, Cahaya Illahi kembali bersemayam dalam diri manusia Indonesia. Al Kitab telah memberikan kesaksian bagi kita, bahwa dengan Yesus Anak Allah dengan mudah menyembuhkan penyakit jasmani dan rohani manusia (Matius Pasal 8 dan 9), dan kuasa Roh Kudus dapat mengubah kekelaman nurani Saulus yang dengan nama Paulus ia bertobat, bahkan mengabdikan hidupnya bagi pewartaan Injil keberbagai pelosok.

Tentu hanya mereka yang memiliki kesehatan jasmani, rohani dan nurani yang dapat menyatakan “vox populi, vox dei, ” mereka yang dapat menyatakan suaranya sesuai hati nuraninya, tak tergiur oleh iming-iming politik uang, tak goyah menghadapi intimidasi dan tekanan, karena ia yakin Allah senantiasa bersamanya dalam segala hal. Jika benar Suara Rakyat adalah Suara Tuhan, lalu buat apa Tuhan mengutus Nabi-Nabi untuk menyuarakan Pesan Illahi.

Top of Form
Bottom of Form
“Kenali Diri Sendiri, Kenali Lawan; Maka Kemenangan Sudah Pasti Ada di Tangan! Kenali Medan Pertempuran, Kenali Iklim;  Maka Kemenangan Akan Sempurna! (Sun Tzu)”.


Menuju pemenangan Pemilukada serentak 2018 bukanlah hal yang mudah dan sederhana, disebabkan banyaknya tahapan yang harus diikuti dan dilalui, serta Bakal Pasangan Calon (PASLON) sebagai Partai atau Relawan peserta pemilu harus mampu mendorong para Kandidat paslon menuju kemenangan. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, maka perlu adanya sebuah proses yang tepat melalui sejumlah langkah-langkah dan pertimbangan-pertimbangan strategis yang diambil dalam upaya pemenangan paslon di Pemilukada Indonesia serentak 2018 mendatang, antara lain:
1.    Penyusunan perencanaan (Grand Design Planning)
Langkah ini dilakukan untuk mendapatkan hasil perencanaan yang utuh terhadap sumberdaya organisasi atau Partai atau Relawan, mensinergikan semua rangkaian program yang telah, sedang, dan yang akan dilakukan. Mengukur target pencapaian strategi, mengarahkan sumberdaya, dan pencapaian hasil yang rasional dan terarah. Outputnya adalah Blue Print Pemenangan 2018.

2. Membangun Human Resource, Support System, penyiapan sarana prasarana dan infrastruktur penunjang.
Langkah ini merupakan persiapan awal yang menghimpun semua kekuatan sumber daya manusia potensial dan kompeten, bisa dalam bentuk tim sukses, tim inti, tim pendukung, tim penunjang, tim bayangan, atau tim pemelihara. Terkait dengan support system dapat berupa sistem yang berbasiskan teknologi informasi, sistem manajemen pemenangan, manajemen think tank, manajemen kampanye dan manajemen koordinasi jaringan. Dan dilanjutkan dengan penyiapan seluruh potensi dalam bentuk sarana prasarana serta infrastruktur lainnya dalam bentuk pengadaan Kesekretariatan (Base Camp), mobilisasi dan alat-alat penunjang lainnya. Outputnya adalah Deklarasi Tim Pemenangan Indonesia 2018.

3.    Melakukan analisis lingkungan eksternal dan internal (Environmental Scanning)
Langkah ini harus dilakukan untuk mengukur semua potensi atau kekuatan dan kelemahan yang dimiliki Partai atau Relawan, agar dapat menghasilkan sebuah keputusan-keputusan strategis yang baik dan terarah. Berbagai keputusan strategis, kebijakan, program, sasaran, target, dan pelaksanaan di lapangan berdasarkan hasil analisis lingkungan yang telah terlebih dahulu dilakukan. Outputnya adalah Analisis SWOT Pemenangan Pemilukada Indonesia 2018.

Langkah ini dilanjutkan dengan melakukan pemetaan politik guna menunjang pencapaian tujuan dalam Pemenangan Pemilukada 2018, yaitu dengan melakukan survei Pemetaan Perilaku Pemilih, antara lain berupa: Memetakan pemilih berdasarkan demografi dan preferensi politik; Memetakan isu-isu strategis lokal; Memetakan nama-nama yang berpotensi menjadi kawan dan lawan; serta Memetakan media komunikasi yang efektif digunakan oleh pemilih. Outputnya adalah Strategi Mempengaruhi Perilaku Pemilih dalam Pemenangan Pemilukada Indonesia 2018.

Langkah berikutnya adalah masih dalam pemetaan politik, yaitu dengan melakukan survei Pemetaan Jaringan, antara lain berupa: Inventarisir Jaringan yang potensial jadi mesin politik; Memetakan wilayah dari masing-masing jaringan dan Inventarisir Nama-nama yang memiliki potensi menjadi tim sukses. Outputnya adalah Strategi Mobilisasi Tim Pemenangan Pemilukada Indonesia 2018.

Selanjutnya masih dalam pemetaan politik, yaitu dengan melakukan survei Pemetaan Media Massa, antara lain berupa: Inventarisir semua media massa lokal; Menganalisis kecenderungan isi media; Menjajaki kemungkinan kerja sama; dan Analisis media paling efektif. Outputnya adalah Strategi Pencitraan dalam Pemenangan Pemilukada Indonesia serentak 2018.

Dan terakhir dalam melakukan analisis lingkungan adalah upaya melakukan identifikasi terhadap kearifan lokal melalui survei dan FGD serta Pelatihan , antara lain berupa: Kebiasaan masyarakat lokal, Budaya dan sosial masyarakat lokal, Tingkat pengetahuan masyarakat, Kemampuan Ekonomi rumah tangga masyarakat, Tingkat kebutuhan energi masyarakat, Iklim dan pola pertanian masyarakat, Potensi sumber daya lokal, dan Pemetaan kependudukan lokal. Outputnya adalah Analisa kebutuhan dan potensi masyarakat lokal.

4.    Menyusun dan menetapkan formulasi strategi berbentuk Grand Strategy
Langkah ini adalah sangat penting, setelah penyusunan rencana dan menganalisis semua variable lingkungan, maka akhirnya kita menyusun formulasi strategi yang akan mewarnai seluruh rangkaian kegiatan atau pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Yang selanjutnya merekomendasikan Strategi Pemenangan Pemilukada Indonesia serentak 2018 dinamakan “TOUCH STRATEGIC” atau “STRATEGI SENTUH”. Strategi ini sebagai strategi utama (grand strategy) yang mengerahkan semua potensi Partai atau Relawan terhadap pemenangan Pemilukada.

Maksudnya adalah sebuah strategi melalui pendekatan yang lebih diarahkan pada upaya Partai atau Relawan melalui Kandidat paslon  dengan menyentuh langsung pada konstituen atau pemilih simpatisan. Hal ini tentunya sejalan dengan upaya paslon yang ingin dekat dengan para anggota dan simpatisan Partai atau Relawannya, bahkan para pengurus pun tidak memiliki hak istimewa, karena justru memberikan peluang kepada masyarakat untuk merasa dekat dan memiliki Partai atau Relawan secara utuh, terbuka, dekat dan tidak eksklusifisme.
Transaksi yang dilakukan adalah hati ke hati (heart to heart) atau dengan moto 3S (Senyum, Salam, Sapa) yang dapat menyentuh langsung pada hati masyarakat dengan calon yang mewakilinya atau Partai atau Relawannya. Bilamana masyarakat sudah tersentuh hatinya, maka akan dapat mudah untuk berbuat apapun kepada masyarakat, bahkan masyarakat itu sendiri akan merasa memiliki dan memberikan partisipasi aktif terhadap paslon.

Upaya Partai atau Relawan untuk melakukan strategi positioning melalui political marketing yang mereferensi pada pasar (electoral), tentunya diharapkan mampu memberikan pengaruh dan hasil yang signifikan dan keteraturan dalam pelaksanaan atau implementasinya di lapangan.

Apapun strategi implementasinya harus tetap mengacu pada filosofi dasar Partai atau Relawan dan Visi Misi Kandidat yang akan dibangun, sehingga terjadi sinergitas dengan program-program yang telah dilakukan yang pada akhirnya bermuara pada keberhasilan dan keunggulan secara jangka panjang (Sustainable Competitive Advantage/SCA).

Penanggung jawab langsung adalah Kandidat paslon yang secara nyata harus diimplentasikan di semua tingkat Kecamatan, Desa, RT dan RW terintegrasi langsung Tim Pemenangan.

Pendekatan yang dilakukan adalah mengurangi jurang pemisah (gap) antara tujuan Partai atau Relawan dengan keinginan rakyat kepada Partai atau Relawan politik sebagai wadah menampung aspirasi. Identifikasi terhadap konstituen di daerah melalui pendekatan kearifan lokal dan identifikasi kebutuhan masyarakat yang up to date, dirasakan sangat perlu untuk memastikan semua program dan tujuan Partai atau Relawan dapat terarah dan diterima masyarakat. Apabila kebutuhan dan keinginan masyarakat sudah teridentifikasi, maka akan dengan mempermudah penentuan program atau kegiatan Partai atau Relawan diimplementasikan di lapangan, sehingga tingkat partisipasi dan apresiasi masyarakat akan sangat tinggi terhadap paslon.

Batasan dan pertimbangan implementasi strategi, tentunya mengacu pada pencapaian Manifesto Partai atau Relawan, Visi dan Misi Partai atau Relawan serta Program Jangka Pendek yang telah ditetapkan. Strategi Pemenangan Pemilukada Indonesia serentak tidak akan terlepas pada, kondisi strategis internal Partai atau Relawan dan kemampuan serta kekuatan yang dimiliki Partai atau Relawan saat ini, antara lain: sumberdaya manusia (pengurus dan semua potensi anggota Partai atau Relawan), sumber dan kemampuan pembiayaan (budgeting) yang diatur oleh AD/ART dan Undang-Undang, Sarana Prasana Pendukung lainnya yang sah dimiliki Partai atau Relawan, dan Kapasitas Organisasi.

Subjek dari implementasi strategi ini adalah semua kapasitas Partai, Relawan, organisasi, pengurus, anggota, kader dan partisipan, tim sukses, potensi dan kekuatan organisasi kami, serta potensi dan kekuatan ormas.
Sedangkan objek dari strategi ini adalah seluruh masyarakat yang telah memiliki hak pilih pada Pemilukada Indonesia serentak 2018, masyarakat potensial yaitu yang belum memiliki hak pilih dan akan menjadi pemilik di Pemilu berikutnya, dan elemen masyarakat lainnya yang bermukim di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tagline yang diusung adalah “Pilihanku 1 Nomor 1”, dan selanjutnya diberikan penjelasan “1 Hati, 1 Rasa, 1 Tujuan, 1 Partai atau Relawan… Partai atau Relawan Nomor 1… paslon jadi Pemersatu”.
Outputnya adalah Kemenangan bakal paslon dalam  Pemilukada Indonesia serentak 2018

5.    Menyusun dan menetapkan strategi penunjang dan strategi pengungkit.
Selain strategi utama, ada strategi penunjang dan pengungkit yang sifatnya melengkapi strategi utama yang telah dibangun dan disosialisasikan, yaitu Strategi Tersembunyi (Hide Strategic) dan Strategi Kamip (Wing Strategic).
§        Strategi Tersembunyi (Hide Strategic)

Sebagai strategi dukungan terhadap strategi utama yang dijalankan, yang sifatnya silent dan tidak terlihat, dibentuk oleh Kandidat sebagai tim khusus (task force) dan inteljen yang bersifat rahasia yang hanya diketahui langsung oleh Pimpinan Terbatas dan Ketua Tim sukses.

Strategi ini akan berbeda dengan strategi utama, dilakukan melalui kerja inteljen dan tersembunyi, sifatnya mencari informasi yang dianggap penting oleh pengampu kepentingan dalam upaya menguatkan proses pengambilan keputusan strategis. Task Force ini bernama “helicopter team”, yang melakukan pengintaian terhadap situasi strategis dan kondisional, baik ke dalam maupun ke luar organisasi.

Upaya-upaya yang dilakukan seperti: Operasi Inteljen, Propaganda, Silent Advokasi, Provokasi dan Penggembosan, IT Inteljen, Counter Issue, Data Kekuatan Lawan, Data Kelemahan Lawan, penusupan dan penyamaran, Keghoiban dan Spiritualitas, Identifikasi Budaya dan Kearifan Lokal, serta  Identifikasi Kekuasaan dan Kekuatan lawan dan kawan.
Outputnya adalah Database dan Informasi Inteljen Pemenangan Pemilukada Indonesia serentak 2018.

§        Strategi Kamip (Wing Strategic)
Strategi ini juga berbeda dengan strategi utama, sebagai strategi dukungan terhadap strategi utama yang dijalankan sifatnya terbuka (open) dan dilakukan oleh semua badan dan Organisasi atau Struktur Kamip paslon dan para simpatisan lainnya, dikoordinasikan Ketua Tim Sukses Partai atau Relawan sebagai pengkayaan dan penunjang semua program yang dijalankan.
Strategi ini diharapkan akan menjadi pengungkit (leverage) bagi keberhasilan semua upaya implementasi strategi di lapangan, menutupi kekurangan dan memberikan masukan serta bantuan strategis guna pencapaian Pemenangan Pemilukada Indonesia serentak 2018.

Upaya-upaya yang bisa dilakukan seperti: Mobilisasi massa, Membantu Event secara formal dan informal, Membina Jaringan Aktivitis dan kader, Pembekalan dan Pendidikan Kader, Crisis Center, Counter Media, dan Tim Transformer.
Outputnya adalah Team Pendukung untuk Pemenangan Pemilukada Indonesia serentak 2018 dan dapat sebagai Moral Force, Police Team, atau Event Organizer.

6.    Mengimplementasikan strategi utama dengan strategi turunannya.
Pelaksanaan atau implementasi dari perencanaan, konsep sampai formulasi strategi yang telah ditetapkan sebelumnya menjadi keberhasilan dari sebuah strategi itu sendiri, karena sehebat apapun strategi, tanpa diimplementasikan tidak akan ada gunanya dan maknanya. Pelaksanaan strategi tersebut akan sangat dipengaruhi oleh waktu atau tahapan pelaksanaan pemilu itu sendiri, karena itu ada 3 (tiga) tahapan umum pemilu, yaitu: pra-pemilu, pemilu, dan pasca-pemilu.
Badan Pemenangan Pemilukada bersama tim strategi khusus  tentunya telah menyusun dan menyesuaikan langkah, program dan kebijakannya dengan jadwal pelaksanaan Pemilukada Indonesia serentak 2018. Setelah tahapan perencanaan dilakukan, dilanjutkan dengan analisis lingkungan melalui beberapa survei dan outputnya, lalu dilakukan formulasi dan strategi implementasi. Berikut ini adalah beberapa strategi yang dilakukan pada tahapan pra-pemilu:

§       Strategi Mempengaruhi Perilaku Pemilih
Tujuan dari strategi ini mendapatkan sejumlah informasi awal untuk melakukan kegiatan kemenangan pemilukada dengan terlebih dahulu memetakan kondisi dan situasi daerah yang pada akhirnya memberikan kemudahan untuk pelaksanaan aksi. Hingga kemudian tim sukses dapat menentukan area atau daerah potensi yang dapat dipengaruhi secara akurat sebagai daerah kemenangan pemilu. Strategi ini akan sangat menentukan dalam melakukan kegiatan atau program kemenangan berikutnya serta jumlah keperluan atau mobilisasi sarana, prasarana, dan akomodasi yang harus dipersiapkan tim sukses.
§       Strategi Mobilisasi
Tujuan dari strategi ini adalah membangun organisasi pemenangan pemilukada yang efektif dan efisien, mendesign kerangka kerja organisasi yang jelas dan terukur, dan menentukan target-target pemenangan dan schedulenya. Implementasi dari strategi ini meliputi:
– Pembangunan jaringan dan organ politik (Design Struktur tim sukses, Pembentukan tim sukses tingkat, Kota, Kabupaten, kecamatan, desa RW dan RT), serta perluasan jaringan sosial.
– Pelatihan manajemen tim sukses (Pemahaman perilaku pemilih, organisasi tim sukses, media kampanye, targeting, penyusunan dan evaluasi program).
– Penyusunan program kemenangan (Design program kunjungan, ceramah, aksi sosial, peresmian, kontrak politik, turnamen, pawai, hiburan, komunikasi tradisional, komunikasi multimedia dan alternatif).
– Pemenuhan persyaratan pencalonan (Dukungan Partai atau Relawan politik, persyaratan administrasi KPU).
– Pembentukan tim kampanye.
– Pembentukan tim saksi.
– Pembentukan tim mobilisator.
§       Strategi Pencitraan
Tujuan dari strategi ini adalah membentuk citra diri Calon Legislatif sesuai dengan visi, misi dan target pemilih, menentukan media komunikasi politik yang efektif, mendesign isi komunikasi politik, serta upaya mempengaruhi isi liputan media massa. Implementasinya meliputi:
– Pembentukan media center (Mengorganisasi program, target dan evaluasi program pencitraan kandidat).
– Taktik komunikasi media cetak, radio, dan TV (Design, contain, timing, volume dan budgeting).
– Taktik komunikasi media out door (Design, isi, timing, volume, budgeting).
– Taktik komunikasi sosial (Design, isi, timing, volume, budgeting).
-Taktik komunikasi tatap muka dan Taktik komunikasi alternatif.
Sebagaimana secara konsep atau teori yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa dalam strategi utama ini terdapat tiga strategi turunannya, strategi ini dapat dilakukan pada tahan pra-pemilu dan pelaksanaan pemilu, yaitu:
§     Pemasaran produk politik secara langsung kepada calon pemilih (push political marketing), strategi ini dapat membangun mesin politik Partai atau Relawan dan  implementasinya meliputi: Pelatihan manajemen tim sukses, Set up jaringan parpol dan birokrasi, Set up jaringan keluarga, Set up jaringan tingkat kabupaten, kecamatan dan desa, dan jaringan-jaringan lainnya sebagai mesin politik Partai atau Relawan.

Paslon telah melakukan strategi ini melalui pembentukan organisasi atau struktur kamip, merampungkan kepengurusan Tim Partai atau Relawan dari Kabupaten, sampai ke TPS, dan strategi ini dipertajam melalui Pelatihan ToT untuk menciptakan tim sukses yang militan sampai tingkat terbawah.
§  Pemasaran produk politik melalui media massa (pull political marketing), strategi ini merupakan upaya peningkatan popularitas paslon, implementasinya meliputi: Internet, Produksi souvenir, Produksi media komunikasi massa cetak, Produksi media komunikasi massa out door, Produksi iklan media TV, Radio, dan Cetak, serta Kampanye Door to Door.
Paslon telah melakukan strategi ini dengan iklan dan berbagai komunikasi melalui media massa, dan hal ini tentunya akan meningkatkan popularitas paslon.
§   Pemasaran melalui kelompok, tokoh atau organisasi yang berpengaruh (pass political marketing), strategi ini dilakukan untuk mengenalkan pesan-pesan politiknya, hal tersebut dapat dikatakan upaya peningkatan elektabilitas Partai atau Relawan, implementasinya meliputi: Kunjungan langsung terprogram, Kunjungan langsung insindental, Ceramah, Aksi sosial terprogram, Aksi sosial insindental, Peresmian, Kontrak politik, Turnamen, Pawai, Hiburan dan Kesenian, Media komunikasi tradisional, Media komunikasi alternatif, Pencetakan Mesium Rekor Indonesia, dan program kunjungan lainnya.
Paslon telah melakukan strategi ini dengan dilakukannya kunjungan ke daerah-daerah dengan menemui banyak tokoh daerah, dan hal ini tentunya akan meningkatkan elektabilitas Kandidat paslon.
Taktik yang dilakukan dapat melalui pilihan program kunjungan, yaitu:
1.    Program Sosial Program Lingkungan Hidup
2.    Program Bangun Petani dan Kedaulatan Pangan,
3.    Program Kesehatan dan Pengobatan Gratis bagi Manula dan Kalangan Masyarakat Kurang Mampu,
4.    Program Bea Siswa Anak-anak Terlantar dan Yatim Piatu, dan
5.    Membangun masyarakat yang Allaqul Karimah
Upaya Partai atau Relawan untuk menjaga kemenangan pada saat pelaksanaan pemilu perlu dilakukan secara maksimal dan serius, tidak akan ada artinya semua perencanaan, persiapan dan implementasi strategi dilakukan bilamana Partai atau Relawan tidak menjaga dan memelihara proses pemenangan itu dengan baik. Beberapa implementasi dalam upaya menjaga kemenangan dengan melakukan: Pembentukan tim saksi, Survei audit pendaftaran pemilih, dan Pembentukan tim mobilisator. Sampai pelaksanaan pemilihan umum sedang berlangsung pun, usaha strategis terus dilakukan, yaitu: mobilisasi tim saksi dengan tingkat koordinasi yang tinggi dan akurat serta terpercaya, dan melakukan pemantauan dan perhitungan cepat (Quick Count).
Cara atau prosedur untuk program yang akan diimplementasikan di lapangan adalah setelah terlebih dahulu melakukan identifikasi kearifan lokal melalui survei dan FGD serta Pelatihan TOT Dilanjutkan dengan analisa dan implementasi program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pemilih di daerah pemilihan masing-masing. Setiap event harus diselenggarakan dengan standar penyelenggaran Event Organizer dengan prinsip efektif, efesien dan monumental. Implementasi di lapangan harus disesuaikan dengan tahapan atau Jadwal Pemilukada Indonesia serentak 2018, sehingga memerlukan manajemen waktu dan alokasi sumberdaya pendukung yang efektif dan efisien.

Alat/tools yang diperlukan semua perangkat lunak dan perangkat keras serta dukungan pelengkap lainnya yang dimiliki oleh paslon, maupun para partisipan lainnya yang sah dan tidak melanggar aturan AD/ART.
Outputnya adalah Strategi Implementasi Pemenangan Pemilukada Indenesia serentak 2018.

7.    Melakukan koordinasi, supervisi, dan kepemimpinan.
Langkah ini merupakan bentuk manajerial dan kepemimpinan dalam mengkoordinasikan, memsupervisi dan mengarahkan seluruh sumber daya yang dimiliki kedalam implementasi strategi agar terjadi sinergi antara strategi utama dengan strategi lainnya. Hal tersebut dapat dilakukan pada saat pra-pemilu, pelaksanaan pemilu, dan pasca-pemilu. Outputnya adalah Pedoman Teknis Pemenangan Pemilukada Indonesia serentak 2018.

8.    Melakukan evaluasi dan kontrol terhadap semua rangkaian strategi yang sedang dan sudah dijalankan sampai tahap pasca pemilu oleh tim pemelihara untuk mengukur kinerja (performance).
Pada tahapan pasca-Pemilukada Indonesia serentak 2018, diperlukan upaya untuk menjaga dan memelihara program yang telah dilakukan yaitu dengan Strategi Pemeliharaan (Maintenance). Sebagai strategi pasca Pemilukada Indonesia serentak 2018 yang dapat memelihara terhadap semua upaya dan program yang telah dijalankan semasa jelang Pemilu. Hal ini penting untuk menjaga agar seluruh program dapat tetap berjalan dan mensinergikan dengan program-program Partai atau Relawan selanjutnya.

Diharapkan semua konstituen akan percaya dan yakin bahwa Paslon tidak hanya hadir pada saat menjelang Pemilu saja, melainkan tetap menjaga keberlangsungan program untuk pencapaian Sustainable Competitive Advantage paslon. Strategi ini dikoordinasikan langsung oleh Partai dan Relawan melalui Korcam Kordes seluruh Kota dan Kabupaten, sebagai aset dan investasi sosial menjelang Program Besar paslon yaitu Gerakan Perubahan Menuju Kota atau Kabupaten Cerdas Sehat dan Sejahtera dilandasi Iman dan Taqwa.
Kerja yang dapat dilakukan antara lain: Membuat Laporan Kinerja, Mempersiapkan Keberlanjutan Strategi dan Program, Mengkonversi Kinerja Kader Relawan Berprestasi, Kunjungan Khusus, Kegiatan syukuran atas kemenangan dan Menyelenggarakan Puncak Acara syukuran dan penghargaan kepada semua pendukung, sponsor dan tim sukses. 

Outputnya adalah Performance Pemenangan Pemilukada Indonesia serentak 2018. PARA JENDRAL MENGIKUTI PILKADA SERENTAK 2018
4:53 AM No comments
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me


Aenean sollicitudin, lorem quis bibendum auctor, nisi elit consequat ipsum, nec sagittis sem nibh id elit. Duis sed odio sit amet nibh vulputate.

Follow Us

Labels

BING (31) GOOGLE (15) YAHOO (21) YANDEX (60)

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2018 (75)
    • ►  April (7)
    • ►  March (31)
    • ►  February (24)
    • ▼  January (13)
      • SEORANG PEKERJA PROFESIONAL HARUS SENANTIASA SIAP ...
      • SEORANG PEKERJA PROFESIONAL TIDAK CEPAT PUAS MENJA...
      • MENJAGA MENTAL AGAR TETAP STABIL
      • MEMILIKI KOMITMEN KERJA YANG KUAT
      • PARA JENDERAL MENGIKUTI PILKADA SERENTAK 2018
      • SUARA RAKYAT ADALAH SUARA TUHAN CARANYA MEMBANGUN ...
      • NASEHAT IMAM AL GHOZALI TENTANG POLITIK KEKUASAAN
      • ZUN NUN MEMASUKI MASJIDIL HARAM
      • MALWARE BENTUK KEJAHATAN TERSISTEM
      • BERITA PALSU ATAU KABAR BOHONG "HOAX"
      • JANGAN TAKUT GAGAL
      • GAMBARAN VISI DAN MISI
      • 2018 TAHUN GONJANG GANJING POLITIK INDONESIA
  • ►  2017 (44)
    • ►  October (1)
    • ►  September (3)
    • ►  August (9)
    • ►  July (25)
    • ►  June (6)
  • ►  2009 (2)
    • ►  February (2)
  • ►  2007 (6)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)

Popular Posts

Channels

BING (31) GOOGLE (15) YAHOO (21) YANDEX (60)
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates